Headlines News :
Logo Design by FlamingText.com

SA'ATUL AN

TARIKHUL AN

ARCHIVE

Tarjim

POST

Tampilkan postingan dengan label alquran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alquran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2013

Sejarah Singkat Ulum al-Qur’an



Ulum al-Qur’an sudah ada sejak masa turunnya al-Qur’an walaupun belum berbentuk tulisan.
Kemudian pada awal abad ke-3, bermunculan para ulama yang menulis cabang-cabang ulumul Qur’an, di antaranya: Muhammad Ibnu Mustamir (206 H) karyanya Ilmu Tasyabuh al- Qur’an, Abu Ubaidah al-Mutsanna (209 H) karyanya Ilmu Majaz al- Qur’an, Abu Ubaid bin Salam (224 H) karyanya Ilmu Nasikh wa al- Mansukh, Ali bin al-Madini (234 H) karyanya Ilmu Asbab al-Nuzul dan Imam Syafi’ie (204 H) karyanya Ahkam al-Qur’an.
Istilah ulum al-Qur’an dalam arti keseluruhan baru muncul setelah muncu1nya kitab yang berjudul al-Hawi fi Ulum al-Qur’an (Yang Terkandung dalam Ilmu al-Qur’an) karya Muhammad bin Kha1af bin Murzaban (w.309 H). Kemudian al-Burhan fi Ulum al- Qur’an karya Ali bin Ibrahim bin Sa’id, yang terkenal dengan nama al-Hufi (wafat 430 H). Kitab ini terdiri dari 30 jilid
Lanjuuut..

Ulum al-Qur’an dan Perkembangannya




Pengertian Ulum al-Quran
Secara  bahasa,  ulum  bentuk  jamak  dari  ilm  yang  berarti ilmu atau pengetahuan. Ulum al-Quran adalah ilmu yang membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan al-Quran, baik deri segi asbab al-nuzul, pengetahuan Makkiyah dan Madaniyah, nasikh dan mansukh, muhkam dan mutasyabih ataupun pembahasan lain yang berhubungan dengan al-Quran.
Sejarah Singkat Perkembangan Ulum al-Quran
Ulum al-Quran sudah ada sejak masa turunnya al-Quran walaupun belum berbentuk tulisan.
Kemudian  pada  awal  abad  ke-3,  bermunculan  para  ulama yang  menulis  cabang-cabang  ulumul  Quran,  di  antaranya: Muhammad Ibnu Mustamir (206 H) karyanya Ilmu Tasyabuh al- Quran, Abu Ubaidah al-Mutsanna (209 H) karyanya Ilmu Majaz al- Quran, Abu Ubaid bin Salam (224 H) karyanya Ilmu Nasikh wa al- Mansukh, Ali bin al-Madini (234 H) karyanya Ilmu Asbab al-Nuzul dan Imam Syafiie (204 H) karyanya Ahkam al-Quran.
Istilah ulum al-Quran dalam arti keseluruhan baru muncul setelah muncu1nya kitab yang berjudul al-Hawi fi Ulum al-Quran (Yang Terkandung dalam Ilmu al-Quran) karya Muhammad bin Kha1af bin Murzaban (w.309 H). Kemudian al-Burhan fi Ulum al- Quran karya Ali bin Ibrahim bin Said, yang terkenal dengan nama al-Hufi (wafat 430 H). Kitab ini terdiri dari 30 jilid.
Cabang-cabang Ulum al-Quran
Dalam  ulum  al-Quran  terdapat  banyak  cabang  ilmu  yang menjadi kajian, di antaranya adalah:
·         Ilmu Asbab al-Nuzul.
·         Ilmu al-Makkiyah wa al-Madaniyah.
·         Ilmu al-Qiraat.
·         Ilmu al-Munasabat.
·         Ilmu al-Nasikh wa al-Mansukh.
·         Ilmu Rasm al-Quran.
·         Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabih.
·         Ilmu Aqsam al-Quran.
·         Dan lain-lainnya.
Tujuan Ulum al-Quran
Tujuan mempelajari ulum al-Quran adalah:
a. Untuk mengetahui hal-ihwal al-Quran sejak diturunkannya pertama kali pada Rasulullah sampai   sekarang.
b.Untuk  dijadikan  sebagai  alat   bantu  dalam  membaca  al- Quran, menghayati, memahami isi kandungannya, menggali hukum-hukum  ajarannya  serta  mengambil  hikmah  dan rahasia di dalamnya.
c.Untuk dijadikan senjata guna melawan orang-orang yang mengingkari dan menentang al-Quran
Lanjuuut..

Kamis, 26 April 2012

Tafsir SQ Al Baqarah 143 -145


A. Latar belakang
Al Qur’an diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui perantara malaikat jibril untuk menjadi petunjuk bagi umat-umat mukmin di seluruh pelosok bumi ini. Sebelum datangnya Rasulullah SAW manusia sekiranya berada dalam keterpurukan akhlak dan aqidah. Mereka benyak menyembah berhala dan menjadi manusia yang serakah akan kehidupan dunia, dimana terdapat berbagai kaum yang berusaha menghancurkan islam. Terutama penindasan atas kaum muslimin yang tidak mempunyai apa-apa selain kekuatan iman yang ada pada diri mereka.
Dengan kejadian itu semua maka Allah SWT mengangkat seorang nabi yang selanjutnya Nabi Muhammad akhirnya diangkat menjadi seorang Rasul yang akan mengangkat akhlak dan moral para kaum muslim.

Lanjuuut..

Minggu, 02 Mei 2010

PENERAPAN NILAI-NILAI Al-QUR'AN

PENERAPAN NILAI-NILAI Al-QUR'AN A.
Tentang Keistimewaan Al-Qur'an Al-Qur'an merupakan salah satu kitab samawi yang paling utama, lebih dari itu ia memiliki kelebihan dan keistimewaan dan kitab-kitab lain. Setiap orang yang mempelajari Al-Qur'an termotivasi oleh beberapa keistimewaannya antara lain: 1. Al-Qur'an sangat mudah untuk dihafal 2. Al-Qur'an merupakan kitab yang paling sempurna 3. Sastra yang terkandung dalam Al-Qur'an sangat tinggi 4. Banyak keistimewaan dan kegunaannya dalam sehari-hari 5. Al-Qur'an dapat menandingi kitab-kitab terdahulu Di dalam Al-Qur'an memang banyak sekali keistimewaan-keistimewaan, contohnya: pada surat Al-Fatihah, karena Allah SWT telah berfirman: “Dan kami turunkan 


Download Makalah Pendidikan : "Penerapan nilai-nilai Al qur'an" Lengkap




Lanjuuut..

Kamis, 29 April 2010

Kisah Al qur'an

BAB I
PENDAHULUAN


Didalam Al-Qur'an terdapat banyak sekali kisah-kisah yang berisikan tauladan, dan banyak diantara umat Islam sendiri yang tidak mengetahuinya. Ini dikarenakan umat Islam hanya membaca Al-Qur'an yang notabenenya berbahasa Arab. Mereka tidak membaca Al-Qur'an terjemah. Oleh karena itu penulis akan menjelaskan sedikit tentang beberapa kisah yang terdapat di dalam Al-Qur'an pada pembahasan selanjutnya.
Kisah-kisah dalam Al Qur’an adalah sebenar-benarnya kisah. Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Dan siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?” (Q.S. An Nisaa’: 87). Karena kisah-kisah tersebut pasti sesuai dengan kenyataan yang terjadi.



Download Makalah Pendidikan : "Kisah Al Qur'an" Lengkap
















Lanjuuut..

Minggu, 04 April 2010

Ulumul Qur'an

BAB I
PENDAHULUAN

Yang dimksud dengan pengumpulan al qur’an oleh para ulama’ adalah salah satu dari dua pengertian yaitu. Pertama, pengumpulan dalam arti hifzuhu (menghafalnya dalam hati). Dan yang kedua, pengumpulan dalam arti kitabatuhu kullihi (penulisan qur’an semua), baik dengan memisah-misahkan ayat-ayat dan surah-surahnya.



Download Makalah Pendidikan : "Ulumul Qur'an" Lengkap





Lanjuuut..

Sabtu, 03 April 2010

Kisah Al qur'an

BAB I
PENDAHULUAN


Didalam Al-Qur'an terdapat banyak sekali kisah-kisah yang berisikan tauladan, dan banyak diantara umat Islam sendiri yang tidak mengetahuinya. Ini dikarenakan umat Islam hanya membaca Al-Qur'an yang notabenenya berbahasa Arab. Mereka tidak membaca Al-Qur'an terjemah. Oleh karena itu penulis akan menjelaskan sedikit tentang beberapa kisah yang terdapat di dalam Al-Qur'an pada pembahasan selanjutnya.
Kisah-kisah dalam Al Qur’an adalah sebenar-benarnya kisah. Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Dan siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?” (Q.S. An Nisaa’: 87). Karena kisah-kisah tersebut pasti sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

Download Makalah Pendidikan : "Kisah Al qur'an" Lengkap
Lanjuuut..

Sabtu, 24 Oktober 2009

alqur'an 5

AL-QUR'AN

A. Pendahuluan
Al-Qur'an merupakan kitab Allah SWT yang sangat agung dan suci, bahkan dengan sucinya kitab Al-Qur'an seseorang yang punya hadas tidak boleh untuk memegangnya. Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an yang berbunyi (لا يمسّه الاّ المطهرون )
Al-Qur'an juga merupakan sumber Hukum Islam nomor Wahid yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantara Malikat Jibril dengan cara berangsur-angsur dan merupakan pedoman umat Islam di seluruh dunia.
Download Makalah Pendidikan : "Al qur'an" Lengkap
Lanjuuut..

kehujjahan al qur'an 2

KEHUJJAHAN Al-QUR'AN(Sebagai Dalil Syar’i)

A. Pendahuluan
Al-Qur'an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang diwahyukan kepada beliau dari Allah SWT melalui malaikat Jibril secara mutawatir diturunkan dari Lauh al-Mahfudz ke Bait al-Izzah, dari Bait al-Izzah ke langit bumi hingga sampai kepada Nabi SAW, kemudian disampaikan kepada umat beliau secara menyeluruh.
Lanjuuut..

mukjizat alquran

KEMUKJIZATAN AL-QUR’AN

A. PENGERTIAN KEMUKJIZATAN AL-QUR’AN
Secara bahasa kata mukjizat berasal dari kata ‘Ajaza-‘ujizu-‘ijazan, yang berarti melemahkan, memberikan, menetapkan kelemahan kepada orang lain untuk berbuat sesuatu. Al-qur’an dikatakan mempunyai mukjizat, karena al-Qur’an memberikan kelemahan kepada manusia dan jin untuk mendatangkan semisalnya. Sedangkan secara terminologis diartikan “menampakkan kebenaran Nabi SAW”. dalam pengakuan kerasulannya dengan melahirkan kelemahan bangsa Arab dan generasi-generasi sesudah mereka untuk menandingi mukjizat Nabi yang langgeng yaitu al-Qur’an.
Lanjuuut..

alqur'an petunjuk

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Islam meninggalkan dua pusaka yang sangat berharga, yang sampai sekarang dan seterusnya menjadi pegangan penting bagi umat Islam yaitu kitab suci Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tanpaknya tuntunan Al-Qur’an masih sukar dijangkau oleh manusia masa kini. Selama ini Al-Qur’an terkesan lebih disakralkan dan dikultuskan sebagai bunyi-bunyian belaka daripada pelaksanaannya. Al-Qur’an mempunyai fungsi utama yaitu sebagai petunjuk untuk seluruh umat manusia, petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk agama atau syari’at. “Jalan Menuju Sumber Air”.
Lanjuuut..

alqur'an 4

BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Al-qur’an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah SWT, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami , diamalkan seluruh kandungan isinya dan sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia. . Seperti yang tertuang dalam ayat ini.
Lanjuuut..

alquran 3

BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Al-qur’an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah SWT, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami , diamalkan seluruh kandungan isinya dan sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia. . Seperti yang tertuang dalam ayat ini.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِنْ رَبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَكُمْ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.. (an-Nisa’:170).

Di dalam ayat-ayat al-Qur’an termuat berbagai seluruh aspek kehidupan manusia termasuk juga di dalamnya banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang kebenaran dan kebhatilan.
Dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Al-israa:81).

Kebenaran merupakan sesuatu yang sangat langka di zaman modern sekarang ini dan kebenaran itu pasti mengalahkan kebhatilan. Kebenaran pasti menang di hadapan Allah SWT, sebaliknya kebhatilan pasti kalah dan musnah.
Begitu beratnya menjalankan kebenaran dan menjauhi kebatilan di tengah-tengah masyarakat sekarang ini, sehingga masih terlihat liar kebhatilan-kebhatilan di pelosok daerah dengan melupakan kebenaran yang ada.. untuk itu penulis mengingatkan kembali pada diri kami khususnya dan umumnya untuk semua kalangan bahwa begitu pentingnya untuk menerapkan kebenaran dan menghindari kebhatilan di era globalisasi sekarang ini, oleh karena itu penulis akan sedikit menjelaskan tentang kebenaran dan kebhatilan menurut al-Qur’an.
A. Identifikasi masalah
Masalah pokok yang menjadi landasan pemikiran dalam pembahasan ini adalah penafsiran terhadap ayat-ayat kebenaran dan kebhatilan dalam hal ini pemahaman terhadap metodologi ayat-ayat kebenaran dan kebhatilan dalam kitab suci al-Qur’an, implikasi dalam pemahaman ini menjadi dasar kita dalam memahami ayat kebenaran dan kebhatilan.
B. Rumusan masalah.
Dari latar belakang tersebut ada beberapa masalah yang menjadi pokok bahasan dalam paper ini antara lain :
1. Kenapa Allah swt menjelaskan ayat-ayat kebenaran dan kebhatilan banyak sekali dalam al-Qur’an?.
2. Apakah ayat kebhatilan dan kebenaran di dalam Al-qur’an semua menjelaskan tema yang sama?
C. Penegasan judul
Untuk memperjelas dan mempertegas judul tersebut di atas maka alangkah baiknya penulis uraikan dahulu secara harfiah.
• Kebenaran : Keadaan yang cocok dengan hal atau keadaan sesungguhnya.
• Dan : penghubung satuan tujuan (kata, frase) yang setara.
• Kebhatilan : tidak benar, tidak sah.
• Menurut : berdasarkan; sesuai dengan (ketentuan, tidak bertentangan dengan)
• Al-Qur’an : kitab suci Islam yang berisi firman-firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia.
D. Tujuan pembahasan
Adapun tujuan pembahasan ini adalah :
1. Ingin mengetahui lebih jauh tentang penafsiran ayat-ayat al-Qur’an khususnya ayat-ayat yang mengulas tentang kebenaran dan kebhatilan.
2. Untuk memenuhi persayaratan dalam mengikuti ujian akhir nasional.
3. Untuk dijadikan bahan bacaan dan sumbangan khasanah (wawasan) ilmu pengetahuan.
E. Metode pembahasan
1. Pengumpulan data.
Untuk memperoleh data-data dalam pembuatan paper ini tidak terlepas dari penelaahan terhadap buku-buku yang ada kaitanya dengan permasalahan yang penulis bahas.
2. Metode induksi.
Dari arah yang khusus ke arah yang umum yaitu mengadakan penelitian sekecil-kecilnya kemudian diambil kesimpulannya.
F. Sistematika pembahasan.
Penulisan dalam menulis paper ini membagi dalam beberapa bagian-bagian, bagian pertama, halaman judul, nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, kata pengantar dan daftar isi, dan bagian kedua penulis membagi lagi atas beberapa sub bab sebagai berikut :
BAB I : Pendahuluan yaitu latar belakang masalah, rumusan masalah, penegasan judul, tujuan pembahasan, metode pembahasan, sistematika pembahasan.
BAB II : Membahas kebenaran menurut konsepsi al-Qur’an dan berbagai macam dengan dampak terhadap umatnya.
BAB III : Membahas kebhatilan menurut konsepsi al-Qur’an dan berbagai macam bentuknya dengan dampak terhadap umatnya.
BAB IV : Penutup, terdiri dari kesimpulan, kata penutup.

BAB II
KEBENARAN MENURUT KONSEPSI AL-QURAN

A. Pengertian kebenaran
Kebenaran menurut bahasa ialah “ keadaan yang cocok dengan hal atau keadaan sesungguhnya. Akan tetapi kebenaran sesungguhnya mempunyai sari makna yang cukup luas dari para cendekiawan sampai al-Qur’an menggunakan kata tersebut dalam kajian masing-masing.
1. Tokoh Filosuf menggunakan kata tersebut sebagai petunjuk atas citra tritunggal yang luhur kebenaran, kebajikan dan keindahan.
2. Para cendekiawan etika memakai “kata kebenaran untuk digunakan sebagai timbal balik antara sesama manusia, artinya bahwa kebenaran selalu berkaitan dengan kewajiban.
3. Al-qur’an yang mulia memahami kata al-Haq (kebenaran) sebagai tandingan kata bhatil dan dhalal (kesesatan).
Kesimpulan bahawa suatu pemahaman yang memberi kerangka kepada setiap orang walaupun diabuhan pakarnya.
B. Istilah-istilah kebenaran dalam al-Qur’an.
Al-qur’an merupakan sumber kebenaran dalam Islam yang kebenarannya tidak diragukan lagi. Terdapat beberapa lafdzs-lafadz yang menjelaskan tentang kebenaran di antaranya الحق dan الصدق dan banyak pula objek tujuan dalam kebenaran tersebut.
1. Kebenaran yang menunjukkan Nabi Muhammad ada 10 ayat (al-Baqarah:109,119. Ali imran:71, az-Zukhruf;30, al-Qashas:48, al-Fathir:24, as-Shaaf:37, Huud;120, al-Mu’min:5, Qaf:5).
2. Kebenaran tentang kiblat Allah ada 1 ayat (al-Baqarah:146)
3. Kebenaran tentang al-Qur’an ada 5 ayat (an-Nisa:105, al-Israa:105, al-Ahkaf:7, as-Sajadah:3, al-Haqah:51).
4. Kebenaran tentang keimanan ada 13 ayat (al-Maidah:48, al-Anfal:6, at-Taubah:48, Junus:35, Huud:120,Jusuf:51, an-Naml:79, asy-Syuara:17, Mu’minun:18, al-Ahzab:8, Saba:43, al-Mumtahanah:1).
5. Kebenaran adanya timbangan baik dan buruk ada 1 ayat (Al’a’raf:8).
C. Dampak kebenaran al-Qur’an terhadap umatnya.
Kebenaran mempunyai cakupan makna yang banyak, begitu juga kebenaran dalam konsep al-Qur’an mempunyai sebuah dampak terhadap kaum muslimin. Alangkah seriusnya Allah membimbing umatnya agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan seperti yang terjadi pada umat sebelumnya dan agar umatnya taat dan beriman kepada-Nya seperti tertera dalam ayat al-Qur’an yang dinyatakan pada surat as-Sajadah ayat :3.
بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.

BAB III
KEBHATILAN MENURUT KONSEPSI AL-QUR’AN

A. Pengertian kebhatilan
Kebhatilan menurut bahasa ialah tidak benar, tidak sah.
Kebhatilan mempunyai beberapa versi makna yang terkandung di dalamnya menurut amatullah armstrong dalam bukunya yang berjudul kunci memasuki dunia tasawuf, dia menjelaskan bahwa kebhatilan adalah segala sesuatu selain Allah karena Allah adalah al-Haq yang Maha Benar. Tetapi menurut Ja’far as-Shidiq dalam bukunya 99 Wasil al Iman, ia menerangkan bahwa kebhatilan adalah segala sesuatu yang memutuskan hubungan dengan Allah. Dan dari sekian banyak pendapat dapat diambil kesimpulan bahwa kebhatilan adalah sesuatu tindakan yang sangat tidak disukai oleh Allah.

B. Kebhatilan menurut istilah al-Qur’an.
Al-qur’an merupakan kumpulan ayat yang juga dalam yang terdapat juga ayat kebhatilan. Terdapat beberapa lafadz yang menjelaskan tentang kebhatilan diantaranya الباطل dan مبطلون dan terdapat pula objek tujuan dalam kebhatilan tersebut.
1. Tidak sampainya kebhatilan masuk dalam al-Qur’an (al-Fushilat:42).
2. Tentang tampaknya kerugian-kerugian yang dilakukan oleh orang bhatil.
C. Dampak kebhatilan dalam al-Qur’an kepada umatnya.
Al-qur’an merupakan kitab suci umat Islam. Ayat-ayatnya mencakup berbagai seluk beluk perkara pada umatnya termasuk juga pada kebhatilan di dalam al-Qur’an. Terdapat kurang lebih 2 ayat kebhatilan yang menjelaskan tentang kitab-kitab terdahulu dan hari kiamat atau pembalasan itu semua supaya agar umat manusia untuk menjaga amar ma’ruf nahi munkar.
Dalam surat al-Baqarah ayat 157 :
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Seperti diterangkan pada ayat tersebut, betapa melimpahnya rahmat dari Allah kepada orang-orang yang menegakkan kebenaran di jalan Allah dan mereka-mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Allah.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Al-qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang memuat beberapa ayat di dalamnya termasuk juga ayat-ayat kebenaran dan kebhatilan, dan di dalam al-Qur’an terdapat kurang lebih 30 ayat yang mengulas tentang kebenaran dan kurang lebih 2 ayat yang menjelaskan tentang kebhatilan. Sesunggguhnya itu menunjukkan betapa seriusnya Allah membimbing umat-Nya agar tidak berbuat kesalahan dan juga agar berbuat amar m,a’ruf nahi munkar.
2. Al-qur’an menjelaskan tentang ayat kebhatilan dan kebenaran tidak semua temanya sama, ada yang menjelaskan tentang al-Qur’an, Nabi terdahulu, dan lain-lain, dimaksudkan agar umat-Nya tidak mengulangi kesalahan yang diperbuat oleh pendahulunya.
B. Kata penutup
Alhamdullillahirobbil Alamin.
Adalah kata yang tepat untuk mengungkapkan rasa syukur dengan terselesaikannya paper ini yang masih banyak kekurangan walaupun dengan demikian penulis tetap berharap semoga paper ini manfaat khususnya bagi penulis.
Wassalamualaikum Wr.Wb.





AYAT-AYAT KEBENARAN DI DALAM AL-QUR’AN
No Surat Ayat Lafadz Masdar Penjelasan
1






2




3




4



5





6




7





8







9







10



11







12







13


14





15





16






17






18








19




20



21




22






23






24



25





26




27






28






29




30




Al-Baqarah








-


-




Ali-imran



An-Nisa





Al-Maidah




Al-A’raf





Al-Anfal







At-Taubah







Junus



-







Huud







Yusuf


Al-Isra





An-Naml





Al-Mu’min






As-Syuraa






Az-Zukhruf








Al-Ahqaf




Qaf



An-Najm




Al-Qhashas






As-Sajdah






Mu’minun



Al-ahzab





Saba




Al-fatir






As-shaf






Almumtahanah




Al-haqah




Fhushilat






Al-jatsiyah




109






146




19




71



105





48




8





6







48







35



35







120







51


105





79





5






17






30








7




5



28




48






3






70



8





43




24






37






1




51




42






27





الحق


الحق

الحق
الحق

الحق

الحق

الحق

الحق


الحق


الحق

الحق


الحق


الحق
الحق


الحق

الحق

الحق


الحق


الحق

الحق

الحق

الحق

الحق


الحق

الحق

الحق

الحق

الحق


الحق

الحق

الباطل

المبلطون




















Kebenaran yang diperkuat dengan bukti-bukti nyata bahwa Nabi Muhammad saw adalah benar dan apa yang mereka hafal dari kitab mereka tentang berita gembira dan juga sebagai Nabi akhir zaman.

Kebenaran kiblat yang telah Allah tentukan, dalam hal ini juga Nabi Ibrahim dan para nabi sesudahnya juga menghadap ke arah tersebut.

Kebenaran Allah mengutus Nabi Muhammad saw dengan membawa perkara yang tetap, tegas dan takkan menyesatkan umat manusia.

Kebenaran tentang kenabian Muhammad saw yang tersebut dalam taurat dan injil.

Kebenaran Allah menurunkan al-Qur’a kepada umat manusia yang menetapkan dan menjelaskan yang haq.


Kebenaran larangan Allah bahwa manusia tidak boleh menuruti hawa nafsunya.


Kebenaran tentang adanya timbangan baik dan buruk di hari kiamat dan apa yang patut diterima oleh setiap orang, baik berupa pahala maupun siksa.

Kebenaran tentang membantah kaum mukminin akan kemenangan dalam menghadapi angakatan perang musuh dan lebih suka menghadap kafilah dagang daripada angkatan perang musyrikin.

Kebenaran tentang pertolongan yang dijanjikan Allah kepada nabi Muhammad saw dengan mengazab kaum yahudi sang pengkhianat yang melanggar perjanjian dan kemenangan atas kaum musyrikin.


Kebenaran tentang orang-orang musyrik tidak bisa menunjukkan kebenaran.

Kebenaran tentang Allah AWT memberi petunjuknya yakni dengan mengutus utusan-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya lalu menunjukkan agar manusia memandang dan berfikir.


Kebenaran tentang apa-apa yang diserukan oleh para rasul supaya manusia ihklas melakukan ibadah semata-mata dan bertaubat kepada-Nya, di samping meninggalkan kekejian baik nyata maupun tidak nyata.

Kebenaran tentang nabi Yusuf yang digoda oleh istri Al-aziz.

Kebenaran tentang al-Qur’an diturunkan pada manusia dalam keadaan terpelihara dan terjaga tidak disusupi dengan yang lain dan tidak ditambahi dan dikurangi.

Kebenaran tentang orang-orang beriman berada di jalan yang benar-benar haq, sedangkan orang yang menentang-Nya akan mendapatkan kesengsaraan.

Kebenaran tentang orang kafir yang memusuhi Rasulullah saw dengan cara yang bathil dan mengeluarkan tuduhan-tuduhan yang tidak ada kenyataannya.


Allah-lah yang telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para Nabi-Nya yang memuat kebenaran yang tidak ada keraguannya dan jauh dari kebhatilan.


Surat ini menjelaskan tentang kebenaran Rasulullah yang telah diutus oleh Allah swt dengan membawa kitab-Nya dan mukjjizat-Nya kepada kaumnya tetapi mereka menyangka apa-apa yang dibawa Rasulullah hanya sihir dan bukan wahyu dari sisi Allah swt.

Tentang kebenaran Al-qur’an yang telah dibicarakan kepada orang-orang musyrik, tapi mereka mengingkarinya.

Kebenaran tentang kenabian yang ditetapkan dengan mukjizatnya.


Sesungguhnya mengetahui sesuatu dengan pengetahuan yang hakiki haruslah berdasarkan keyakinan bukan berdasarkan prasangka.

Ketika Nabi Muhammad saw datang membawa al-Qur’an kepada kaum yang tidak pernah didatangi oleh seorang pemberi peringatan sebelumnya.

Kebenaran al-Qur’an adalah haq dan benar agar nabi Muhammad saw memberi peringatan kepada kaumya akan pembalasan dan siksa Allah yang akan menimpa mereka nanti, karena kekafiran mereka terhadap al-Qur’an.

Kebenaran apa yang dibawa rasul adalah yang haq.


Kebenaran tentang kesanggupan para rasul dalam menanggapi risalah dari Rabbi yang telah disampaikan oleh para rasul kepada manusia

Tentang kebenaran perkataan bohong otrang musyrik yang menyatakan al-Qur’an tak lain hanyalah sihir.

Kebenaran tentang Allah mengutus rasul dengan membawa iman kepada Allah semata-mata dengan membawa syariat-syariat yang Allah fardhukan atas hamba-hamba-Nya.

Kebenaran tentang nabi Muhammad saw membawa kebenaran yang tidak diragukan lagi yaitu tentang kekuasaan Allah yang diakui oleh akal dan dibuktikan dengan bukti-bukti.

Kebenaran tentang tidak boleh berteman dengan orang kafir karena mereka inkar kepada Allah, rasul dan kitab-kitab-Nya.

Al-Qur’an merupakan kebenaran tidak diragukan lagi bahwa al-Qur’an dari sisi Allah, bukan dibuat-buat oleh Muhammad.

Tak ada jalan bagi kebhatilan untuk sampai. Al-Qur’an maha al-Qur’an itu tidak bisa didustakan oleh kitab-kitab terdahulu seperti taurat dan injil dan takkan datang sesudahnya sebuah kitab mendustakannya.

Dan pada hari kiamat sedang manusia dikumpulkan dari kubur mereka masing-masing untuk diadili dan dihisab akan tampaklah kerugian-kerugian orang-orang yang ingkar dan membangkang terhadap ayat-ayat dan dalil-dalil yan g Allah turunkan kepada rasul-Nya yakni dengan dimasukkannya mereka ke dalam neraka, tempat yang paling baik.

DAFTAR PUSTAKA
- Ahmad D Marimba Drs, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung, CV Al problema Arif,1982.
- Amatullah Amstrong, Kunci Memasuki Dunia Tasawuf…………
- Departemen Pendidikan dan kebudayaan, Kamus besar Bahasa Indonesia
- Jafar ash-Shidiq, 99 Wasiat al-Imam.
- Kitab Suci al-Qur’an, Departemen Agama Republik Indonesia, al-Qur’an dan Terjemahnya, Gema Risalah Press, Bandung 1989.
- Pius A Purtanto dan M Dahlan al-Barry, Kamus ilmiah Populer Surabaya, Ana Loha 1994
- Yusuf al-Qardawi Drs, al-Haq, Konsep Kebenaran.

KATA PENGANTAR

Bismillahirah manirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillah segala puji penulis haturkan kehadirat Ilahi Robbi pencipta alam semsta, kemudian shalawat serta salam semoga tetap atas junjungan Nabi Muhammad SAW, keluarga serta sahabat-sahabatnya.
Paper yang berjudul KEBENARAN DAN KEBATILAN menurut al-Qur’an ini disusun untuk melengkapi persayaratan mengakhiri study di Madrasatul qur’an Tebuireng dan salah satu syarat lulus ujian akhir. Ribuan terimakasih penulis ucapkan kepada:
1. Pengasuh PONPES Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang yang telah menyediakan fasilitas demi lancarnya belajar dengan baik.
2. Bapak Drs. HM Junali Ruslan selaku Kepala sekolah Madrasah Aliyah Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang.
3. Bapak Ali Said Ismail,MHI selaku pembimbing dalam penyelesaian paper ini.
4. Segenap dewan guru Madrasatul Qur’an Tebuireng
5. Kedua orang tua kami yang telah banyak berkorban baik moril maupun material.
6. Teman-teman yang telah dengan setia menemaniku selama ini dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian paper ini.
Penulis menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu kami sangat mengharapkan teguran, saran dan kritik dari pembaca, dengan itu kami dapat pelajaran dan mampu memperbaikinya. Sebagai kata akhir penulis berdoa kepada Allah SWT semoga paper ini ada manfaatnya. Amin ya robbal alamin.

Tebuireng 2006

Penulis


MOTTO





KATAKANLAH, KEBENARAN TELAH DATANG DAN YANG BATHIL ITU TIDAK PULA MEMULAI DAN TIDAK (PULA) AKAN MENGULANGI
Lanjuuut..
 
Support : Creating Website | Fais | Tbi.Jmb
Copyright © 2011. Moh. Faishol Amir Tbi - All Rights Reserved
by Creating Website Published by Faishol AM
Proudly powered by Blogger