Headlines News :
Logo Design by FlamingText.com

SA'ATUL AN

TARIKHUL AN

ARCHIVE

Tarjim

POST

Tampilkan postingan dengan label Study Kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Study Kasus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 September 2013

Studi Kasus

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu persyaratan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan mutu pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai tingkat atas. Dengan pendidikan diharapkan manusia dapat lebih berbudaya, lebih berpengetahuan dan lebih bisa mengatasi segala problematika kehidupan manusia.
Mengingat begitu pentingnya pendidikan khusus bagi bangsa Indonesia, maka dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa salah satu tujuan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga pendidikan menjadi prioritas yang utama dalam pembangunan menuju masyarakat yang adil dan makmur. Untuk itu komponen-komponen yang berpengaruh dalam kemajuan pendidikan harus saling memperbaiki segala kekurangan demi tercapainya tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan itu sendiri.
Siswa sebagai peserta didik merupakan objek pendidikan yang telah mendapatkan prioritas utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh sebab itu, perbaikan mutu pendidikan haruslah disesuaikan dengan perkembangan diri peserta didik tersebut, baik jasmani maupun rohaninya. Namun seperti yang kita ketahui bahwa untuk menghasilkan peserta didik yang lebih bermutu dan berkualitas tentunya banyak kendala yang harus dihadapi. Adapun kendala tersebut bisa berasal dari luar maupun dari dalam diri peserta didik.
Oleh sebab itu, guna menghasilkan peserta didik yang bermutu dan berkualitas diperlukan suatu metode dan teknik tersendiri bagi para guru. Sehingga peran guru juga berpengaruh pada anak didiknya. Karena tugas seorang guru selain mengajar juga mendidik dan melatih. Sebagai pegajar guru memberikan ilmu kepada anak didiknya yang disesuaikan dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. Melatih berarti mengembangkan keterampilan yang dimiliki, bakat, minat, kemampuan yang ada pada diri peserta didik. Sedangkan sebagai pendidik guru memberikan nasihat, menanamkan moral yang baik, mendewasakan jalan pikiran dan tindakannya serta membimbingnya terutama bagi siswa yang memiliki masalah.
Salah satu cara membantu masalah bagi siswa yang bermasalah, maka penulis mencoba mengadakan diagnosa guna membantu masalah yang dihadapi peserta didik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah keadaan / perilaku peserta didik yang mengalami suatu masalah ?
2. Faktor apakah yang mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa kelas X-3 SMA Negeri Bareng Jombang tahun pelajaran 2007/2008 ?
C. Tujuan Penyusunan
Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dari diagnosa ini adalah:
1. Mengadakan interpretasi dan diagnosa perilaku peserta didik sesuai dengan permasalahan yang ditimbulkan.
2. Menentukan dan mengatasi faktor yang mungkin berpengaruh buruk terhadap kedisiplinan belajar siswa.
D. Alasan Pemilihan Kasus
Alasan penulis memilih siswa sebagai klien, karena beberapa faktor antara lain:
1. Keadaan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung.
2. Keadaan peserta didik di luar proses belajar mengajar.
3. Keaktifan peserta didik saat mengikuti pelajaran atau proses belajar berlangsung.
4. Kurangnya semangat dalam menerima pelajaran.
5. Kurangnya motivasi dari orang tua.
E. Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan ini penulis mengumpulkan data dengan menggunakan metode:
1. Angket
Dalam metode angket, penulis memberikan angket pada klien yang berisi beberapa pertanyaan yang harus dijawab jujur dan benar. Pertanyaan tersebut berisi tentang diri pribadi klien, latar belakang klien dan tentang kegiatan sehari-hari klie.
2. Observasi
Penulis mengadakan pengamatan pada setiap kegiatan klien pada saat di sekolah. Metode ini digunakan untuk membuktikan dan memperkuat data yang diperoleh melalui angket dan interview.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Kesulitan Belajar
Aktifitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar, kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi, tetapi terkadang sulit untuk mengadakan konsentrasi.
Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktifitas belajar. Dalam keadaan anak didik/siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan “kesulitan belajar”.
Kesulitan belajar tidak selalu disebabkan karena faktor intelegensi yang rendah (kelalaian mental), akan tetapi juga disebabkan oleh faktor-faktor non intelegensi. Dengan demikian IQ yang tinggi belum menjamin keberhasilan belajar. Oleh karena itu dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada setiap anak didik, maka para pendidik perlu memahami masalah-masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar.
B. Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar
Banyak faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam belajar di sekolah. Penulis membagi faktor-faktor tersebut menjadi dua kelompok besar, yaitu faktor luar dan faktor dalam. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh dalam diri kehidupan siswa.
1. Faktor luar (ekstern)
Faktor ekstern adalah faktor yang datangnya dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi diri peserta didik tersebut. Faktor ini dapat dirincikan sebagai berikut:
a. Guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar di sekolah. Pribadi guru dalam kelas mempunyai peranan yang cukup menentukan dalam keaktifan belajar peserta didik. Jika guru sebagai pendidik dapat menempatkan diri sesuai fungsinya dengan baik dan sesuai, maka kemampuan diri siswa dalam belajar akan terpacu dan termoitvasi. Salah satu contohnya adalah guru harus bisa mengajar dengan berbagai macam metode, sehingga pengajaran tidak monoton dan menjenuhkan. Kalau guru bisa menggunakan banyak metode pengajaran maka siswa akan puas mengikuti setiap proses belajar mengajar, sehingga lebih termotivasi untuk belajar.
b. Peranan orang tua (keluarga) merupakan pusat pendidikan yang utama dan pertama. Tetapi dapat juga sebagai faktor penyebab kesulitan belajar. Sebagai contohnya, orang tua yang tidak/ kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, mungkin acuh tak acuh, tidak memperhatikan kemajuan belajar anak-anaknya, akan memicu menyebabkan kesulitan belajarnya. Orang tua yang bersifat kejam, otoriter dapat mempengaruhi perkembangan mental anak didik. Untuk itu dibutuhkan hubungan harmonis antara orang tua dan anak, karena hal ini penting sekali dalam menentukan kemajuan belajar anak. Memang kegiatan belajar ditetapkan di sekolah, namun waktu di keluarga jauh lebih banyak. Oleh sebab itu keluarga sangat berperan dalam kegiatan belajar peserta didik.
c. Lingkungan yang mempegaruhi faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan/disiplin belajar peserta didik. Lingkungan yang dimaksud di sini adalah lingkungan pergaulan dimana peserta didik berada. Salah satu contohnya adalah teman bermain. Jika peserta didik berada pada lingkungan yang buruk maka secara umum akan terbawa juga perilaku yang buruk pula.
2. Faktor dalam (intern)
Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik yang dapat mempengaruhi belajar peserta didik. Faktor ini biasanya sudah dibawa sejak lahir oleh diri peserta didik.

Yang termasuk faktor dalam adalah:
a. Bakat dari diri peserta didik
b. Minat peserta didik
c. Watak peserta didik
d. Sifat dari peserta didik

BAB III
DIAGNOSA KESULITAN BELAJAR

A. Identitas Kasus
Berdasarkan angket di kelas X-3 SMA Negeri Bareng yang penulis lakukan diperoleh data sebagai berikut:
1. Identitas Siswa
1) N a m a : EKO SISWANTO
2) Tempat / Tanggal Lahir : Jombang, 26 Juli
3) Agama : Islam
4) Hobby : Main Basket
5) Cita-cita : Pengacara
6) Alamat : Dsn. Balekambang, Ds. Jenis Gelaran
7) Jumlah saudara kandung : 1 (satu)
8) Anak ke : 1 (satu)
9) Jumlah sdr yang masih sekolah : 1 (satu)
2. Identitas Orang Tua
a. Ayah
1) N a m a : SELO
2) Alamat : Dsn. Balekambang, Ds. Jenis Gelaran
3) Pekerjaan : Buruh Tani
4) Pendidikan terakhir : SD

b. Ibu
1) N a m a : WATI
2) Alamat : Dsn. Balekambang, Ds. Jenis Gelaran
3) Pekerjaan : Buruh Tani
4) Pendidikan terakhir : SD
3. Peralatan dan Sarana Belajar
1) Kamar belajar khusus : –
2) Penerangan khusus : –
3) Pembimbing belajar : –
4) Waktu belajar setiap hari : Jam 19.00
5) Kebiasaan belajar : Belajar sambil mendengarkan murik dan sambil ngepul
6) Transportasi ke sekolah : Naik sepeda motor
7) Kesulitan dalam belajar : Menghafalkan rumus-rumus
4. Kegiatan Siswa
1) Sepulang sekolah : Makan, tidur, bantu orang tua
2) Di rumah : Bantu orang tua, belajar kelompok
3) Di sekolah : Belajar, menjaga koperasi
4) Di luar sekolah : Ngeband, main basket, dll.
5. Riwayat Pendidikan Siswa
1) Lamanya pendidikan :
• TK : 3 tahun
• SD : 7 tahun
• SMP : 3 tahun
2) Pernah tidak naik kelas : Pernah
3) Ranking prestasi dalam kelas
• SD : Masuk 5 besar
• SMP : Masuk 10 besar
4) Prestasi yang pernah dicapai : Juara karate
Juara lari tingkat kabupatan
6. Materi Pelajaran
1) Pelajaran yang disukai : B. Indonesia
2) Kesulitan dalam belajar B. Indonesia : Ada aja
3) Teknik mengajar yang disukai dari guru : Setiap mengajar/ menerang-kan diberi humor-humor supaya anak-anak tidak bosan.
4) Teknik mengajar yang tidak disukai dari guru : Sungguh terlalu serius

B. Masalah yang Dihadapi Siswa
1. Masalah kesehatan
2. Kebiasaan belajar dan masalah belajar
3. Masalah pergaulan
4. Masalah keluarga
5. Masalah percintaan

Langkah-langkah yang perlu dilaksanakan untuk membantu klien adalah:
1. Penyadaran pribadi
Permasalahan yang dihadapi klien tidak akan tuntas tanpa adanya perubahan dan niat untuk merubah diri pribadi yang bersangkutan.
2. Pentingnya peranan orang tua
Klien menganggap dirinya tidak diperhatikan oleh orang tuanya akhirnya muncul sikap yang menonjolkan diri dalam pergaulan, terutama di sekolah, sebagai pelampiasan sikap yang diterimanya di keluarga. Oleh karena itu sangat membantu penyelesaian yang dihadapi klien.
3. Pendidikan
Lingkungan yang kondusif, sehat dan nyaman sangat berpengaruh untuk menyelesaikan masalah klien. Pendidikan formal dan non formal sangat efektif membantu klien.
4. Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat mencerminkan adanya sikap masyarakat yang bertanggung jawab, bebas pendapat, menghargai perbedaan dan pendapat orang lain akan lebih membantu penyadaran diri klian.

C. Diagnosa
Berdasarkan data angket dan pengamatan yang dilakukan penulis, klien berasal dari keluarga yang kurangnya perhatian dari orang tua sehingga klien melakukan hal-hal yang seenaknya atau semaunya. Orang tua klien sibuk bekerja, sehingga perhatian kepada klien berkurang. Dengan itu klien belajar di rumah kurang dan kadang-kadang di sekolah malas untuk menerima pelajaran. Kebiasaannya ramai sendiri dan kadang-kadang tidur di dalam kelas, serta tingkah laku klien kepada gurunya dan kepada teman-temannya yang suka mengusili.
D. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui tingkah laku siswa terhadap guru maupun teman-temannya, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, serta hubungan sosial lainnya.

BAB IV
PRAGNOSA DAN TERAPI

A. Pragnosa
Pragnosa merupakan langkah yang ditempuh untuk memprediksi mengenai berbagai kemungkinan bila klien tidak dapat mengatasi masalahnya.
Hasil diagnosa yang telah dilakukan bila siswa kasus tidak segera mendapat bantuan, maka kemungkinan yang terjadi adalah:
1. Prestasi yang akan dicapai semakin menurun, terutama pelajaran yang nilainya di bawah rata-rata kelas.
2. Prestasi juga mengecewakan akan mengakibatkan frustrasi yang berkepanjangan.
3. Siswa tidak naik kelas atau masalah yang dihadapi semakin berat.
Berdasarkan perkembangan-perkembangan dan alasan di atas rencana bantuan informasi yang akan diberikan untuk mengatasi siswa kasus adalah:
1. Mengadakan pertemuan dengan klien untuk memberi cara belajar efektif.
2. Memberikan penekanan kepada siswa mengenai pentingnya konsentrasi belajar dan pemahaman konsep dalam belajar matematika untuk meraih prestasi maksimal.
3. Memotivasi siswa kasus dalam meraih prestasi.
4. Menanamkan rasa percaya diri bahwa klien bisa meningkatkan prestasi dengan lebih baik.
5. Menanamkan peranan agama dalam kehidupan.
Dengan pemberian bantuan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajarnya dan dimaksudkan untuk membantu siswa kasus agar dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi sehingga hasil belajar yang dicapai meningkat.
B. Terapi dan Penyelesaian Masalah
Dalam penyelesaian masalah yang dihadapi oleh klien ini, perlu adanya kerjasama yang baik antara pihak terkait, yaitu orang tua sebagai peletak dasar perilaku peserta didik dan sekolah sebagai penegak atau tonggak menuntut ilmu serta lingkungan masyarakat yang memberikan banyak faktor pendukung bagi pendisiplinan peserta didik.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam membantu klien dalam mengatasi masalahnya adalah:
1. Internal Oriented, yaitu dorongan diri peserta didik dengan cara mengarahkan bakat dan kemampuan baik jasmani dan rohani menuju prestasi belajar yang lebih tinggi yang didasarkan faktor-faktor potensi diri, yaitu:
a. Dorongan untuk belajar yang lebih baik
b. Dorongan mengurangi kegiatan yang tidak perlu
c. Disiplin sosial dan motivasi
d. Cakap, terampil dan produktif.
2. External Oriented, yaitu dorongan yang berasal dari luar diri klien, diantaranya:
a. Orang tua harus banyak memberikan perhatian pada diri klien, sehingga kegiatan yang dilakukan klien dapat terarah sesuai dengan harapan.
b. Lembaga sekolah agar lebih meningkatkan motivasi pada peserta didik untuk menggunakan BP sebagai satu bagian dari sekolah.
c. Masyarakat juga harus lebih berperan dalam meningkatkan disiplin peserta didik, terutama dalam pergaulan yang baik.

BAB V
P E N U T U P

A. Kesimpulan
Pendidikan merupakan hal penting yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Karena dengan pendidikan yang baik maka yang tercipta generasi-generasi baru yang lebih bermutu, lebih ber-Imtaq dan lebih ber-Iptek. Hal ini ditandai dengan usaha peserta didik untuk belajar yang lebih baik.
Untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik perlu diperhatikan faktor-faktor yang menyebabkannya, dalam arti harus diatasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan penurunan prestasi belajar peserta didik tersebut. Tanpa mengatasi penyebabnya mustahil kita dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

B. Saran
1. Dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik agar tidak mengabaikan aspek-aspek (faktor) yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadapnya.
2. Untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik maka disiplin sekolah harus ditingkatkan, terutama yang menyangkut proses belajar mengajar.
3. Guna mencapai tujuan dalam peningkatan prestasi belajar peserta didik maka harus ada kesamaan dan keserasian yang terpadu antara sekolah, keluarga dan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA




Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi V. jakarta: Rineka Cipta.
Mansyur, H. 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Agama Islam dan Universitas Terbuka.
Syah, Muhibbin. 1997. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta; Balai Pustaka.


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakag 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penyusunan 3
D. Alasan Pemilihan Kasus 3
E. Metode Pengumpulan Data 4
BAB II LANDASAN TEORI
A. Pengertian Kesulitan Belajar 5
B. Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar 6
BAB III DIAGNOSA KESULITAN BELAJAR
A. Identitas Kasus 9
B. Masalah yang Dihadapi Siswa 11
C. Diagnosa 13
D. Observasi 13
BAB IV PRAGNOSA DAN TERAPI
A. Pragnosa 14
B. Terapi dan Penyelesaian Masalah 15
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan 17
B. Saran 17
DAFTAR PUSTAKA
Lanjuuut..

Studi Kasus

KATA PENGANTAR


Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya kepada penulis dapat menyelesaikan paper studi kasus ini di Madrasah Aliyah Negeri I Kodya, Jln. Cinde Baru VIII Prajuritkulon Mojokerto ini tepat pada waktunya.
Sholawat serta salam tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW sebagai pembawa kebenaran.
Penyusunan laporan studi kasus ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Fauzi Makarim, selaku Rektor Institut Keislaman Hasyim Asy’ari (IKAHA) Tebuireng Jombang
2. Bapak Drs. Darodjat Kadarisman, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IKAHA Tebuireng Jombang.
3. Ibu Dra. Hidayatul Ilmiyah, selaku Kajur PAI Fakultas Tarbiyah.
4. Ibu Hj. Lilik Umi Nasriyah, M.Ag., selaku Dosen Pembimbing Lapangan
5. Bapak Drs. Zaenal Arifin, selaku Kepala Madrasah Aliyah Negeri I Kodya, Prajuritkulon Mojokerto.
6. Bapak Mustaqim, S.Pd., selaku Guru Pamong MAN I Kodya, Prajuritkulon Mojokerto.
7. Ibu Dra. Khusnul Kh, selaku Wali Kelas dari klien.
8. Saudara Mat Fatchurrochim, selaku siswa (klien) dalam Studi Kasus ini.
9. Semua teman-teman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Semoga Allah SWT memberikan imbalan yang sepantasnya dan mudah-mudahan laporan studi kasus ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Mojokerto, Pebruari 2006


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PERSETUJUAN ii
HALAMAN PENGESAHAN iii
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI v
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Tujuan Studi Kasus 1
C. Alasan Pemilihan Objek 2
D. Metode Pengumpulan Data 2
BAB II : DATA TENTANG SISWA
A. Identitas Siswa 3
B. Latar Belakang Keluarga 3
C. Keadaan Jasmani dan Kesehatan Siswa 4
D. Riwayat Pendidikan 5
E. Kebiasaan Belajar Siswa 5
F. Kelakukan dan Relasi Sosial 5
G. Kegiatan di Rumah 5
H. Kegiatan di Luar Rumah 5
I. Keberadaan Keluarga 6
BAB III : DIAGNOSA DAN TERAPI
A. Permasalahan yang Dihadapi 7
B. Penyebab Masalah 7
C. Penyelesaian Masalah (Terapi) 7
BAB IV : PENUTUP
A. Kesimpulan 8
B. Saran-saran 8

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembuatan paper studi kasus ini merupakan salah satu tugas pada pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), sebagai aplikasi dari ilmu yang diperoleh selama di perkuliahan agar mendapatkan pengalaman.
Melalui pembuatan paper ini diharapkan seorang guru mampu mengenali dan memahami atau mengerti akan sifat dan karakteristik anak didiknya, sehingga dalam menghadapi siswa yang bermasalah akan mampu untuk mencari solusi atau pemecahan dari masalah tersebut.
Jadi pada dasarnya pembuatan paper studi kasus ini disamping untuk memenuhi tugas PPL juga merupakan sarana latihan bagi seorang calon guru yang mengenal dan mengerti akan pribadi anak didiknya serta masalah yang dihadapi pada anak didiknya dapat terselesaikan dengan baik.

B. Tujuan Studi Kasus
Pembuatan studi kasus ini bertujuan untuk :
1. Latihan untuk mengenal keadaan pribadi siswa yang mempunyai masalah tertentu.
2. Latihan melakukan penetapan/menentukan masalah yang dihadapi siswa beserta latar belakangnya.
3. Latihan menetapkan jenis bantuan/pemecahan masalah yang dihadapi siswa.
4. Latihan untuk pemecahan masalah yang dihadapi siswa dengan melaksanakan bantuan.

C. Alasan Pemilihan Obyek
Setelah melakukan pengamatan dan interaksi beberapa lama dengan siswa-siswi dimana penulis melakukan praktik mengajar, maka penulis memilih seorang siswa yang memiliki problem yang mana dikhawatirkan akan menghambat proses belajar dari klien.
Alasan yang menjadi dasar pemilihan obyek studi kasus ini antara lain :
1. Sering tidak masuk sekolah, bahkan di saat ujian/UTS
2. Rendahnya peringkat / nilai

D. Metode Pengumpulan Data
Untuk proses pengumpulan data dari data siswa yang menjadi obyek, maka peulis menggunakan beberapa metode, antara lai :
1. Metode Observasi
Metode ini dilakukan selama mengajar, dari data ini diperoleh aktifitas siswa dalam masuk sekolah.
2. Metode Interview
Metode ini dilakukan dengan cara :
a. Tanya jawab atau dialog dengan siswa yang menjadi obyek langsung
b. Interview terhadap wali kelas
c. Interview terhadap guru BP
d. Interview terhadap kawan dekat
e. Interview terhadap tetangga dari siswa yang menjadi obyek (klien)
3. Metode Angket
Penulis memberikan angket kepada klien, diisi sejujurnya guna membantu pengisian data-data yang diperlukan.


BAB II
DATA TENTANG SISWA


A. Identitas Siswa
1. Nama Lengkap : Mat Fatchurrohim
2. Jenis kelamin : Laki-laki
3. T T L : Mojokerto, 12 Juni 1986
4. A g a m a : Islam
5. Kewarganegaraan : WNI
6. Sekolah : MAN I Kodya Mojokerto
7. K e l a s : X.A
8. A l a m a t : Sooko Gang III No.2 Jln. Empu Supo Mjk.

B. Latar Belakang Keluarga
1. Ayah
N a m a : Wuliyono (alm)
U m u r : –
A g a m a : Islam
Kewarganegaraan : WNI
Pendidikan terakhir : SD
Pekerjaan : Swasta (becak)
Penghasilan per bulan : –
A l a m a t : Sooko Gang III NO. 2, Jln. Empu Supo Mjk
2. Ibu
N a m a : Supini
U m u r : 40 tahun
A g a m a : Islam
Kewarganegaraan : WNI
Pendidikan terakhir : SD
Pekerjaan : Jualan makanan
Penghasilan per bulan : –
A l a m a t : Sooko Gang III NO. 2, Jln. Empu Supo Mjk
3. Wali Murid
N a m a : Lilik (kakak kandung klien)
U m u r : 24 tahun
A g a m a : Islam
Kewarganegaraan : WNI
Pendidikan terakhir : MA
Pekerjaan : Jahit
Penghasilan per bulan : –
A l a m a t : Genukwatu Mojokerto
4. Jumlah Saudara
Laki-laki : 4 orang
Perempuan : 3 orang
Anak nomor : 3 (tiga)

C. Keadaan Jasmani dan Kesehatan Siswa
1. Keadaan Jasmani
Tinggi badan : 168 cm
Berat badan : 52 kg
Bentuk badan : Kekar / gagah
Warna rambut : Hitam
Warna kulit : Sawo matang
2. Keadaan Kesehatan
Keadaan mata : Sehat
Keadaan telinga : Sehat
Keadaan umum kesehatan : Sehat
Penyakit yang sering dialami : Batuk, sakit gigi

D. Riwayat Pendidikan
Umur masuk SD/MI : 6 tahun
Umur masuk SMP/MTs : 18 tahun
Di SD/MI : M I
Di SMP / MTs : MTs.
E. Kebiasaan Belajar Siswa
Ruang belajar : –
Waktu belajar : Malam
Pelajaran yang tidak disukai : Olahraga
F. Kelakukan dan Relasi Sosial
Sikap terhadap guru : Sopan
Sikap terhadap siswa : Sopan
Sikap terhadap orang tua : Sopan
Sikap/kelakuan dari guru : Baik
Sikap/kelakuan dari teman : Baik
Sikap/kelakuan dari ortu : Baik
Sikap/kelakuan dari saudara : Baik
G. Kegiatan di Rumah
Sebelum sekolah : Antar dagangan
Setelah sekolah : Jualan soto
Pada malam hari : Jualan soto sampai jam 22.00
H. Kegiatan di Luar Rumah
Olahraga : Bulu tangkis
Kesenian : Gitar
Kegiatan keagamaan : Mengaji
Kegiatan sosial : Hadrah
K a s u s : –
I. Keberadaan Keluarga
Jumlah keluarga : 7 orang
Klien anak ke : 3 (tiga)
Status dalam keluarga : kandung
Jumlah kakak Lk/Pr : 2 perempuan
Jumlah adik Lk/Pr : Lk : 3, Pr : 1


BAB III
DIAGNOSA DAN TERAPI

A. Permasalahan yang dihadapi
Berdasarkan hasil pengamatan dan didukung dengan data tersebut di atas, maka permasalahan yang dihadapi siswa / klien adalah :
1. Sering tidak masuk sekolah
2. Prestasi dalam sekolah sangat minim.

B. Penyebab Masalah
Penyebab munculnya munculnya permasalahan di atas adalah sebagai berikut :
1. Sepulang sekolah siswa bekerja membantu orang lain berjualan soto hingga malam hari.
2. Kurangnya mementingkan nilai, tetapi siswa/klien itu hanya mementingkan mencari ilmu.
3. Kurangnya minat belajar dari siswa karena rendahnya EQ.

C. Penyelesaian Masalah (Terapi)
Dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa/klien tersebut, maka penulis memberikan gambaran sebagai alternatif pemecahan yang harus dilakukan adalah :
1. Guru memberikan perhatian, motivasi dan semangat kepada klien agar lebih giat di dalam belajar;
2. Siswa berusaha mengintrospeksi diri dan memahami pentingnya pendidikan;
3. Siswa belajar membagi waktu sebaik mungkin untuk kegiatan belajar (sekolah) dan mempergunakan waktu luang untuk belajar;
4. Dianjurkan siswa lebih mendekatkan diri dan berdo’a kepada Allah SWT.


BAB IV
P E N U T U P

A. Kesimpulan
Berdasarkan data, diagnosa dan terapi yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Siswa belum bisa mengatur waktu untuk kegiatan belajar secara maksimal, baik di sekolah mapun di rumah. Untuk itu siswa perlu belajar mengatur waktu secara tepat untuk belajar, sekolah dan membantu berdagang.
2. Kurangnya motivasi baik dari diri siswa sendiri maupun keluarga.

B. Saran-saran
Untuk menunjang keberhasilan bimbingan dan pelayanan kepada siswa disarankan beberapa hal sebagai berikut :
1. Orang tua harus memberikan dukungan terhadap anak agar aktif untuk masuk sekolah.
2. Guru harus memberi motivasi terhadap semua siswanya.
3. Guru diharapkan memberi perhatian yang lebih kepada klien.
Lanjuuut..

Studi Kasus

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada saya sehingga saya dapat membuat makalah ini.
Sholawat beserta salam-Nya Allah mudah-mudahan selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Revolusioner Dunia yang telah berhasil membawa umatnya ke jalan yang benar (Islam).
Tidak terlupakan pula, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Dra. Rofiatul Hosna, yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini.
Terlepas dari banyaknya kesalahan dalam makalah ini, saya minta maaf yang sebesar-besarnya dan tidak lupa pula saya mengharapkan saran dan kritiknya.



Jombang, 7 Pebruari 2006

Penyusun

DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
BAB II PEMBAHASAN MASALAH 2
BAB III PENUTUP 4

BAB I
PENDAHULUAN


Psikologi merupakan salah satu ilmu dari berbagai materi kuliah yang harus diikuti atau dipelajari oleh seorang mahasiswa di sebuah universitas.
Adapun arti dari psikologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan seseorang atau ilmu kejiwaan.
Dengan mempelajari psikologi setidaknya seorang mahasiswa bisa mengetahui dan membaca karakter (kejiwaan orang lain), akan tetapi lebih penting lagi yaitu mengetahui bagaimana karakter dirinya sendiri. Dengan mengetahui karakter diri kita sendiri atau kejiwaan maka kita tidak akan mudah menjelekkan atau menghina kejiwaan orang lain.
Dalam makalah ini saya akan berusaha mengutarakan dan memaparkan psikis seorang siswa Aliyah berdasarkan hasil wawancara saya dengan siswa tersebut pada tanggal 12 Pebruari 2006, pukul 18.30, akan tetapi saya tidak mempunyai niatan untuk mengungkapkan aib atau kejelekan seseorang, karena hal tersebut dilarang oleh agama, akan tetapi makalah ini hanyalah sebuah tugas akhir semester.



BAB II
PEMBAHASAN MASALAH


Sesuai dengan hasil dari wawancara saya dengan siswa Aliyah yang saya lakukan pada tanggal 12 Pebruari 2006, pukul 18.30 WIB, adapun identitas siswa tersebut ialah :
N a m a : Guruh
U m u r : 18 tahun
Status kasus : Kurang minat belajar

Dalam dunia pendidikan, seorang siswa dituntut untuk secara aktif dalam mengikuti pelajaran dan perkembangan zaman sehingga tidak akan disebut dengan anak yang kuper.
Salah satu tujuan dari pendidikan ialah menciptakan sumber daya manusia yang tinggi dan didukung dengan faktor lain yang saling mempengaruhi, maka keadaan suatu bangsa akan lebih baik daripada SDM penduduknya lemah.
Akan tetapi dengan melihat fenomena pada makalah ini adalah kurang semangatnya seorang siswa Aliyah dalam belajar, padahal belajar merupakan salah satu upaqya untuk meningkatkan SDM. Apalagi siswa ini sudah kelas 3 Aliyah yang sebentar lagi menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN).
Berdasarkan informasi yang saya peroleh, Ujian Akhir Nasional (UAN) kelulusannya sangat sulit dan nilai/target yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan semakin tinggi dan tidak ada ujian susulan lagi. Seandainya tidak lulus, maka siswa tersebut harus mengulangi satu tahun lagi.
Dengan begitu ketatnya dan sulitnya kelulusan pada tahun sekarang (2006), apakah tidak khawatir kalau tidak lulus, karena kalau tidak lulus maka yang sedih terlebih dirinya sendiri dan juga kedua orang tua dan kalau lulus siapa yang senang tentunya dirinya sendiri.
Sesuai hasil wawancara saya pada siswa tersebut, yang menyatakan malas dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor intern dan ekstern.
Adapun faktor intern ialah timbul dari diri pribadinya sendiri, yaitu kurang harmonis-nya hubungannya dengan keluarga.
Sedangkan faktor dari luar (eksternal) yaitu dari teman pergaulan dan lingkungan hidupnya.
Teman pergaulan merupakan corak dari diri kita sendiri, apabila teman yang kita temani ini baik maka baik pula kita, dan sebaliknya, apabila teman yang kita temani ini jelak maka jelek pula kita.
Apalagi siswa ini kelas 3 Aliyah yang sebentar lagi menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Maka dari itu kita dalam hal bergaul kita harus lebih berhati-hati, mana teman yang baik dan mana teman yang tidak baik.
Karena dengan kita berteman dengan teman yang kurang baik maka bisa berakibat fatal, bisa-bisa malah siswa tersebut tidak lulus.
Adapun faktor lingkungan tempat tinggal juga faktor yang penting dalam meraih keberhasilan dalam belajar. Dengan tinggal di lingkungan yang kurang mendukung, misalnya : lingkungan kumuh, ramai, dan yang lain, maka belajarpun kita akan malas. Akan tetapi apabila kita tinggal di lingkungan yang sehat, bersih, tenah, maka dalam belajar pun kita akan lebih semangat.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan pemaparan makalah di atas maka dapat disimpulkan, faktor yang menghambat dalam belajar yang dialami siswa ini adalah faktor keluarga, teman pergaulan dan lingkungan tempat tinggal.

B. Saran
Dalam hal belajar kita harus meninggalkan semua hal yang kurang mendukung dalam belajar.
Lanjuuut..

Studi Kasus

STUDI PENELITIAN
T e n t a n g
MADRASAH & KOMPONEN-KOMPONEN PENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


B. Latar Belakang
Tujuan pendidikan Nasional seperti yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan abadi dan keadilan sosial”.
Dalam tujuan nasional tersebut secara eksplisit dicantumkan tujuan mencerdaskan bangsa, yang realisasinya merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah bersama seluruh masyarakat. Masalah pendidikan disebutkan dalam UUD 1945 Bab XIII pasal 31, bahwa :
1. Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran
2. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang-undang.
Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Nomor I/MPR/TAP/1993, telah menggariskan kebijaksanaan dasar pembangunan dalam Repelita, antara lain sebagai berikut :
a. Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Agar dapat membangun dirinya sendiri dan bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
b. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas perlu disusun visi dan misi serta program tahunan yang jelas sehingga pengelolaan sumber daya manusia yang ada dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif.

C. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah
Yayasan Menara Taufiq Bogem memiliki lembaga pendidikan formal dan non formal. Pada saat berdiri Yayasan, tahun 1992, hanya terdapat pendidikan formal, yaitu Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren. Kemudian dua tahun berikutnya santri semakin banyak dan orang tua/wali santri mendesak kepada Yayasan agar didirikan madrasah, karena mereka mengharapkan putra-putrinya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka hasil keputusan rapat Yayasan dengan para pengurus sepakat mengadakan pendidikan formal di pondok pesantren dengan mendirikan Madrasah Tsanawiyah “At-Taufiq” tahun 1994.
Dengan perkembangan santri yang cukup banyak dan lulusan MTs. ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, maka Yayasan dan para pengurus sepakat mendirikan Madrasah Aliyah “At-Taufiq” tahun 1997, dan semakin bertambahnya santri yang masih anak-anak karena Yayasan Menara Taufiq juga menerima santri-santri anak yatim, maka pada tahun 2001 didirikan Sekolah Dasar Islam “At-Taufiq” yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional.


D. Visi Madrasah
Menciptakan generasi yang berakhaqul-karimah berdasarkan iman, ilmu dan amal.
Indikator Visi adalah sebagai berikut :
1. Unggul dalam perolehan NEM
2. Unggul dalam disiplin
3. Unggul dalam kegiatan keagamaan
4. Unggul dalam lomba olahraga
5. Unggul dalam lomba seni

E. Misi Madrasah
Berdasarkan visi tersebut, bahwa pendidikan sangat diperlukan sebagai dasar pembangunan yang secara konseptual dapat diterima oleh logika secara kultural sesuai dengan budaya masyarakat sekitar MTs. “At-Taufiq” Bogem Grogol Diwek Jombang
Oleh karena itu beberapa kaidah mendasar dapat dikaji untuk merumuskan kebijakan-kebijakan pendidikan yang baru, sesuai dengan MISI adalah
1) Membantu pemerintah dalam mobilisasi sumber daya masyarakat sekitarnya.
2) Memberikan bekal ketrampilan pada siswa didik.
3) Mengembangkan kemampuan siswa atau lulusannya yang profesional demi tercapainya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlaq mulia, mandiri, pro-aktif dan bertanggung jawab menghadapi tuntutan dan tantangan globalisasi.
F. Tujuan Madrasah
MTs. At-Taufiq Bogem didirikan oleh para pengasuh pondok karena memiliki beberapa tujuan, diantaranya :
1. Membantu meringankan beban orang tua/wali murid karena awalnya MTs. At-Taufiq belajar tanpa dipungut biaya sedikitpun sampai belajar sekitar 5 tahun, akhirnya ada bantuan dari Pemerintah.
2. Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
3. Membekali siswa/siswi dengan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama karena pelajaran agama khususnya kitab-kitab salaf dipelajari di MTs. sekitar 50% dan pengetahuan umum 50%.
4. Melatih siswa/siswa menjadi anak yang mandiri.
5. Membekali siswa/siswi menjadi anak yang memiliki akhlaqul-karimah ketika kembali ke masyarakat.

G. Hubungan Kerjasama Dengan Masyarakat
Masyarakat adalah mitra kerja madrasah dalam mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan. Tata kerja masyarakat bersama madrasah diatur dalam suatu pranata komite sekolah sebagai penyalur aspirasi dan prakarsa, juga peran serta dalam penyelenggaraan pendidikan. Biaya penyelenggaraan pendidikan dari sumber dana masyarakat setiap bulan mulai tahun 1995/1996 sampai dengan tahun pelajaran 2003/2004 sebesar Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah). Kemudian berdasarkan hasil musyawarah Komite Sekolah, mulai tahun pelajaran 2004/2005 dinaikkan menjadi Rp. 8.000,- (delapan ribu rupiah). Selanjutnya pada tahun pelajaran 2005/2006 Pemerintah menganggarkan dana untuk seluruh sekolah tingkat dasar sebesar RP. 19.500,- (sembilan ribu lima ratus rupiah) tiak anak per bulan, yang kemudian dikenal dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan kompensasi sekolah tidak boleh memungut biaya apapun dari wali murid, kecuali ada pertimbangan tertentu yang disetujui oleh Bupati.

H. Program Kerja
Program Kerja Madrasah Tsanawiyah “AT-TAUFIQ” Bogem Grogol Diwek Jombang untuk tahun pelajaran 2005/2006 disusun menjadi 2 (dua) program :
a. Program Prioritas
1. Efektifitas tenaga Guru dan Tata Usaha
2. Peningkatan mutu siswa MTs. “AT-TAUFIQ” dari tahun ke tahun
3. Peningkatan bimbingan teknik edukatif Guru MTs. dan Tata Usaha
4. Efisiensi dan efektifitas penggunaan dana
5. Pengembangan sarana dan prasarana
b. Program Rutin
1. Administrasi
2. Supervisi
3. Pelaksanaan Kurikulum
4. Kalender Pendidikan
5. Jadwal Kegiatan
Lanjuuut..

Kasus Anak Bolos

BAB I
PENDAHULUAN
Salah satu tugas pokok sekolah adalah menyiapkan siswa agar dapat mencapai perkembangannya secara optimal. Seorang siswa dikatakan telah mencapai perkembangannya secara optimal apabila dia antara lain memperoleh pendidikan dan prestasi belajar yang sesuai dengan bakat, kemampuan dan minat yang dimilikinya.
Kenyataan menunjukkan bahwa disamping adanya siswa yang berhasil secara gemilang, masih terdapat juga siswa yang memperoleh prestasi belajar yang kurang meyakinkan. Bahkan ada di antaranya yang tidak naik kelas atau tidak lulus evaluasi belajar tahap akhir.
Ketidakberhasilan siswa itu tidak semuanya disebabkan oleh kebodohan atau kelemahan intelegensinya, melainkan dapat juga disebabkan karena ketidakmampuannya mewujudkan kemampuan dan bakat yang dimiliki yang bersumber dari adanya hambatan-hambatan atau masalah-masalah tertentu yang mereka hadapi.
Siswa seperti itu tidak sewajarnya dibiarkan begitu saja, melainkan harus diupayakan agar mereka terbebas dari hambatan-hambatan atau masalah-masalah yang dapat mengganggu proses perkembangan mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pelayanan bimbingan dan konseling (studi kasus). Dengan demikian mereka diharapkan dapat mencapai perkembangan seoptimal mungkin.
Studi kasus merupakan teknik mempelajari perkembangan seorang murid secara menyeluruh dan mendalam serta mengungkap seluruh aspek pribadi murid yang datangnya diperoleh dari berbagai pihak.
Penggunaan teknik ini bertujuan untuk memahami pribadi murid dan membantunya agar murid dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
Seorang siswa dikatakan telah mencapai perkembangan secara optimal apabila dia memperoleh pendidikan yang baik serta dapat berprestasi dan dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
Selain sebagai proses pemberian dan bantuan kepada anak dalam memecahkan masalah, studi kasus dapat diartikan sebagai suatu teknik atau metode pengumpulan data yang ditempuh melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menentukan murid yang bermasalah
2. Memperoleh data
3. Menganalisa data
Pembuatan laporan studi kasus ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman yang nyata dan konkrit tentang cara memahami siswa dalam keseluruhan pribadinya dan dalam rangka mempelajari cara memberikan bantuan berdasarkan analisis faktor-faktor yang menjadi penyebab bagi turunnya prestasi belajar siswa kasus di SLTP Islam Terpadu Misykat Al-Anwar Kwaron Diwek Jombang.

IDENTITAS SISWA
1. Identitas Siswa
Nama : Candra Sagita
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/Tanggal lahir : Jombang, 09 Desember 1992
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Asal Sekolah : MI. Mayangan Jogoroto Jombang
Alamat : Watugaluh Diwek Jombang
2. Latar Belakang Keluarga
Ayah
Nama : Pairin
Tempat/Tanggal lahir : -
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Pendidikan Terakhir : -
Pekerjaan : Wiraswasta
Penghasilan Perbulan : -
Alamat : Watugaluh Diwek Jombang Jombang
Ibu
Nama : Kasmi
Tempat/Tanggal lahir : -
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Pendidikan Terakhir : -
Pekerjaan : Wiraswasta
Pekerjaan Perbulan : -
Alamat : Watugaluh Diwek Jombang Jombang
Jumlah Saudara : 2
Anak ke : 1

3. Keadaan Jasmani
a. Keadaan Jasmani
Tinggi Badan : 138 cm
Berat Badan : 49 kg
Bentuk/Warna Rambut : Keriting/Hitam
Warna Kulit : Sawo Matang
Golongan Darah : -
b. Keadaan Kesehatan
Keadaan Mata :
Keadaan Telinga :
Keterbatasan Jasmani :
Penyakit yang dialami :
4. Riwayat Pendidikan
a. Masuk sekolah
RA :
MI :
b. Nilai Mata Pelajaran
Mata Pelajaran Tertinggi : Agama
Mata Pelajaran Terendah : Biologi
Mata Pelajaran disenangi : Agama
Mata Pelajaran Tidak disukai : Biologi

5. Kelakuan dan Relasi
Sikap Terhadap Guru : Sopan, Baik
Sikap Terhadap Teman : Baik
Sikap Terhadap Orang tua : Sopan, Baik
Sikap/Perlakuan dari Guru : Baik
Sikap/Perlakuan dari Orang tua : Baik
Sikap/Perlakuan dari Teman : Baik
Sikap/Perlakuan dari Saudara : Baik
6. Kegiatan di Rumah dan di Luar Rumah
a. Kegiatan dalam Rumah / Ponpes
Sebelum ke Sekolah : Mengaji
Sehabis Sekolah : Les
Pada Malam Hari : Belajar dan Mengaji
b. Kegiatan di luar rumah
Olah raga : Sepak Bola
Kesenian : -
Kegiatan Keagamaan : Mengaji
Kursus : Bahasa Inggris

A. GAMBARAN MASALAH
Candra adalah anak ke pertama dari dua bersaudara, sekarang dia berumur 14 tahun dan duduk di kelas VIII SLTP Islam Terpadu Misykat Al-Anwar Kwaron Diwek Jombang. Teman-teman begitu juga dengan para gurunya di sekolah mengenal dia sebagai anak yang baik. Tetapi ada kebiasaan buruk yang dia lakukan, dia sering absen/bolos sekolah dan dia sering mendapat teguran dari gurunya. Yang mengakibatkan Candra sering tidak masuk sekolah adalah karena Candra merasa dirinya terlalu terbebani dengan banyaknya kegiatan, padahal kalau dilihat dari kebiasaannya sehari-hari Candra tidaklah terlalu sibuk.
Salah satu orang tua Candra adalah terbilang orang yang cukup sukses, karena dilihat dari hampir semua kebutuhan Candra di pondok pesantren dapat terpenuhi. Akan tetapi, kebutuhan hidup yang selalu terpenuhi tidaklah membuat kebiasaan Candra yaitu sering tidak masuk sekolah (membolos) menjadi terkurangi. Bahkan, saat kegiatan di pondok pesantren berlangsung dia susah untuk bergegas berangkat, dan berbagai macam alasanpun dia lontarkan.
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Dari berbagai keterangan yang dikumpulkan terungkap bahwa Candra sering tidak masuk sekolah bukan disebabkan oleh padatnya kegiatan, melainkan akibat dari perasaan terbebani, karena selain dia harus sekolah formal beragam kegiatan di pondok pesantren pun harus dia ikuti.
Setelah dilakukan analisis, seringnya Candra tidak masuk ke sekolah dapat disebabkan oleh:
1. Candra tidak menyadari bahwa kegiatan seberat apapun akan terasa ringan apabila dilakukan dengan senang hati.
2. Candra sering tidak masuk sekolah, karena dia selalu menuruti hobby olah raganya yaitu sepak bola. Sehingga terkadang waktu istirahatnya tersita untuk bermain sepak bola.
3. Orang tua Candra tidak mengetahui kalau anaknya sering tidak masuk ke sekolah.
C. LATAR DEPAN MASALAH
Masalah membolos yang telah terlanjur menjadi kebiasaan Candra jika dilakukan secara terus-menerus dapat menimbulkan kerugian pada dirinya, antara lain:
1. Candra akan ketinggalan dalam mengikuti beberapa mata pelajaran di sekolah. Dan hal tersebut akan berpengaruh terhadap penguasaan materi berikutnya
2. Candra kurang dapat mengatur waktu dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Perasaan dan sikap Candra yang selalu merasa terbebani dengan padatnya kegiatan yang memang seharusnya dia laksanakan, lambat laun akan menjadi kebiasaan yang tidak baik dan akhirnya dapat mendorong dia untuk berhenti bersekolah.
4. Kebiasaan Candra sering tidak masuk sekolah masih dapat diatasi apabila Candra menyadari bahwa kebiasaannya itu akan merugikan dirinya sendiri, kesadaran itu akan dapat tumbuh dalam diri Candra bila guru, orang tua dan teman-teman Candra dapat memberinya nasehat.


BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGUMPULAN DATA
Untuk dapat memahami permasalahan yang dialami oleh Candra, sebaiknya guru melakukan serangkaian kegiatan untuk mengumpulkan data berkenaan dengan permasalahan Candra secara lengkap dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:
a. Mewawancarai Achmad mengenai hal-hal yang dilakukannya sewaktu tidak masuk kembali ke kelas dan tujuan yang diinginkannya.
b. Melakukan pengamatan secara cermat dan berkala terhadap kebiasaan sehari-hari yang dilakukan Candra terutama di luar sekolah.
c. Mewawancarai beberapa teman Candra untuk menggali informasi bagaimana perilaku Candra sehari-hari pada umumnya dan dalam belajar pada khususnya.
d. Memeriksa dokumen-dokumen tentang Candra, yaitu yang berkenaan dengan alamat, keadaan orang tua, dan kehadirannya di sekolah.
B. USAHA PENCEGAHAN
Masalah membolos yang terjadi pada diri Candra sebenarnya tidak harus terjadi apabila peluang-peluang timbulnya kegiatan itu dapat dihilangkan. Kegiatan pencegahan ini dapat dilakukan oleh guru, orang tua dan pihak-pihak terkait. Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah membolos ini antara lain adalah:
a. Memberikan informasi kepada seluruh murid bahwa membolos itu perbuatan tidak baik dan melanggar peraturan sekolah.
b. Mengecek absendi kehadiran murid pada setiap pertukaran jam pelajaran.
c. Menumbuhkan motivasi belajar yang kuat pada murid-murid dan menjelaskan kerugian-kerugian akibat dari perbuatan membolos.
d. Menjaga agar setiap murid tidak keluar pekarangan sekolah sewaktu jam istirahat.

C. USAHA PEMECAHAN MASALAH
Masalah membolos yang dilakukan oleh Candra belakangan ini, beserta akibat-akibat yang ditimbulkannya perlu diusahakan penanganannya. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengatasi persoalan tersebut, antara lain dengan melakukan hal-hal berikut:
a. Memanggil Candra untuk membahas perbuatan membolosnya serta menjelaskan kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan akibat dari perbuatannya tersebut.
b. Memanggil orang tua Candra ke sekolah untuk membicarakan permasalahan yang dialami oleh Candra, dan guru meminta orang tua Candra untuk memberikan nasehat kepada anaknya.
c. Membantu Candra dalam mengejar ketinggalannya dalam beberapa mata pelajaran yang tidak diikutinya sewaktu membolos.
d. Mengecek absensi kehadiran Candra dan murid-murid lainnya pada setiap pertukaran jam pelajaran.
e. Membicarakan masalah Candra dengan kepala sekolah agar dapat diberlakukan aturan tentang tidak diizinkannya murid-murid membolos sekolah tanpa ada alasan yang jelas.
D. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PENANGANAN MASALAH
Untuk mengatasi masalah yang dialami oleh Candra diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait. Beberapa pihak-pihak yang perlu dilibatkan dalam penanganan masalah ini antara lain adalah dengan orang tua, kepala sekolah, guru bidang studi, bidang konseling serta teman-teman Candra. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing dapat:
a. Memahami persoalan sering tidak masuknya Candra ke sekolah dan dapat melakukan berbagai kegiatan yang dapat mengatasi persoalan tersebut.
b. Memberlakukan peraturan dan tata tertib tertentu kepada Candra.
c. Membantu Candra dalam mengejar ketinggalannya perihal proses belajar.
d. Memotivasi Candra untuk giat dalam belajar.

BAB III
PENUTUP
A. PRAKIRAAN HASIL
Dengan melihat permasalahan yang dialami oleh Candra, maka dapat disimpulkan bahwa masalah membolos masuk sekolah yang dilakukan Candra dapat diatasi dengan baik, karena Candra telah merubah sikap dan kebiasaannya yaitu dia kurang dapat menghargai waktu setelah Candra mendapat perhatian dan nasehat dari guru, bagian konseling, orang tua serta teman-temannya bahwa menyia-nyiakan waktu itu adalah perbuatan yang tidak baik dan akan dapat merugikan dirinya sendiri.
Dengan demikian permasalahan Candra sudah dianggap selesai dan mudah-mudahan ke depan Candra akan lebih baik dan lebih aktif dalam belajar.





D A F T A R I S I
HALAMAN PERSETUJUAN
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A. Identitas Siswa
B. Gambaran Masalah
C. Latar Belakang Masalah
D. Latar Depan Masalah
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengumpulan Data
B. Usaha Pencegahan
C. Usaha Pemecahan Masalah
D. Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Penanganan Masalah
BAB III : PENUTUP
A. Prakiraan Hasil
Lanjuuut..
 
Support : Creating Website | Fais | Tbi.Jmb
Copyright © 2011. Moh. Faishol Amir Tbi - All Rights Reserved
by Creating Website Published by Faishol AM
Proudly powered by Blogger