Headlines News :
Logo Design by FlamingText.com

SA'ATUL AN

TARIKHUL AN

ARCHIVE

Tarjim

POST

Tampilkan postingan dengan label Makalah Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Umum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 September 2013

Peroses Pengelolaan dan Manfaat JAHE

A.    Latar  Belakang
Jahe ( Zingiber officinale rose ) yan g termasuk famili Zingiberaceace, berasal dari bahasa sangsekerta : Singaberi, dari bahasa arab : Zan Zabil, dan dari bahasa Yunani : Zingaberi. Jahe telah digunakan sebagai tanaman rempah dan obat sejak dulu. India dan Cina termasuk negara pemanfaatan jahe sejak bertahun-tahun silam. Oleh karenanya, India di duga sebagai negara tempat  jahe berasal. Sebelumnya telah di sebutkan dalam De Material Medica, bahwa jahe saat itu banyak digunakan sebagai obat pembantu pencernaan karena efek panasnya terhadap perut dan sebagai obat anti racun. Di Indonesia, jahe telah di akrapi oleh sebagaian besar masyarakatnya. Tak hewran bila masing-masing daerah memiliki nama yang berbeda untuk menyebut tanaman berkhasiat Ini. Nama-nama daerah bagi jahe tersebut antara lain : Hala (Aceh), bahing (Batak Karo), Sipadeh atau Sipodeh (Sumatera barat), Jahi (Lampung), Jae (Jawa), Jahe (Sunda), Jhai (Madura), Pese (Bugis), Lali (Irian).
Tanaman Ini dapat tumbuh di daerah terbuka sampai agak ternaungi, tanah  yang disukai berbahan organik tinggi, berjenis latosol atau andosol, dan berdrainase baik. Jahe atau tanaman rimpang  yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpang jahe merupakan bagian penting tanaman dan banyak manfaatnya, baik secara biologis maupun ekonomis. Secara biologis rimpangnya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Secara ekonomis, rimpang jahe dapat digunakan untuk berbagai kepentingan dalam bentuk  jahe segar maupun jahe olahan, jahe segar sering digunakan sebagai rempah dan berbagai keperluan lain seperti obat tradisional sementara, jahe olahan antaranya bubuk / ekstrak , dan masih banyak lagi. Jadi sudah terbukti bahwa tanaman jahe itu sangan banyak manfaatnya dengan beberapa pengolahannya.
 
B.     Rumusan  Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat di rumuskan sebagai berikut :
1).  Bagaiman proses pengolahah ekstrak jahe ?
2).  apa manfaat jahe bagi kesehatan ?

C.    Tujuan
Adapun tujuan paper Ini yaitu ??     
1)      Untuk mengetahui proses pengolahan ekstrak jahe.
2)      Untuk mengetahui manfaat jahe bagi kesehatan.

D.    Kegunaan pembahasan
1)      Kegunaan  decritas
Hasil dari penyusun paper Ini, penulis harapkan dapat di gunakan sebagai salah satu Informasi tambahan Ilmu Pengetahuan khususnya yang  berkaitan dengan tanaman jahe.
2)      Kegunaan  Praktis.
Penyusun paper Ini juga digunakan sebagai sumbangan Ilmu pengetahuan dan pemikiran bagi siswa/siswi, pemerintAh maupun lembaga yang berkaitan dengan cara pengolahan ekstrak dan manfaat tanaman jahe.

E.     Pengesahan  Judul.
Untuk mengindari kesalah pahaman terhadap pengertian judul paper, maka penulis jelaskan dan uraikan terlebih dahulu beberapa Istilah yang judul paper “ EKSTAK JAHE DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN ”
·      Ekstrak         :    Kentalan pati, sari. (KBI Departemen Pendidikan dan   Kebudayaan Pustaka, 1988 : 223, Jakarta).
·      Jahe              :    Tumbuhan berakar tunggang (umbinya pedas masanya, di
pakai sebagai aromatik, bumbu dapur atau obat),  berdaun      lonjong dan lancip, bunganya bergulir.                    
·      Dan               :    Kata penghubung antara dua kata.
                         ( KBI, Dessy Anwar, 2002 : 114).
·      Manfaat        :  Guna, faedah, labah, untung.
                         (KBI Dessy Anwar, 2002 : 288).      
·      Bagi              :  Kata depan untuk menyatakan tujuan, untuk, buat kata
                         depan untuk menyatakan perihal, akan (hal).
                        (KBI, Dessy Anwar , 2002 : 114)
·      Kesehatan     : Keadaan (hal), sehat : kebaikan, keadaan (badan dsb).
                        (KBBI, Balai Pustaka, 1990 : 794).



BAB    II
LANDASAN TEORI

A.    Morfologi Tanaman Jahe.
Jahe termasuk dalam suku liliaceae yang dapat tumbuh di daerah kering dan basah sekalipun .
Sementara itu, morfologi tanaman jahe sebagai berikut :
1)      Batangnya merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 CM.
2)      Akar tunggal (rimpang) bila di potong berwarna putih, kuning, atau jingga. Sementara bagian luarnya kuning kotor, atau bila telah tua menjadi agak coklat keabuan. Akan tetapi bagian dalamnya biasanya memiliki dua warna yaitu bagian tengah (hati) berwarnah ketuaan dan bagian tepi berwarna agak mudah.
3)      Daun menyirip (berbentuk lonjong dan lancip) dengan panjang 15 hingga 23 MM dan panjang 8 hingga 15 MM. Daun itu sebelah menyabelah berselingan dengan tulang daun sejajar sebagai mana tanaman monokotil lainya.
4)      Bunga jahe berupa butir yang berbentuk kincir, tidak berbulu dengan panjang 5- 7 CN dan bergaris tengah 2- 2,5 CM. Bunga berwarna hijau kekuningan, bibir bunga dan kepala putik  ungu, tangkai putik berwarna dua.
5)      Jahe tumbuh subur di ketinggian O hingga 1500 M di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajang di ketinggian 500 hingga 950 M untuk bisa berproduksi optimal, di butuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 MM per tahun, kelembapan 80 % dan tanam lembab dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tertinggi. Tanah yang di gunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

B.     Jenis  Jahe
Jahe di bedakan menjadi tiga jenis berdasarkan ukuran, bentuk, dan warnah rimpangnya, yaitu :

  Jahe  Gajah
            Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran Internasional. Memiliki rimpang yang besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Jenis jahe Ini bisa di konsumsi baik  saat berumur mudah maupun berumur tua, baik sebagai segar atau jahe olehan. Daging  rimpang berwarna kuning hingga putih.
  Jahe  Kuning
            Jahe kuning/ putih kecil biasa disebut jahe sunti. Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, turutama untuk konsumsi lokal. Kandungan minyak asirinya lebih tinggi di banding jahe badak, maka dari itu rasa dan aromanya lebih pedas. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.
  Jahe  Merah
                        Jahe Ini memiliki kandungan Minyak asiri tinggi dan  rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmentasi dan jamu atau di ekstrak Oleoresin dan minyak asirinya. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah, dengan serat lebih besar di banding jika biasa.
       
       
           





BAB    III
PEMBAHASAN


A.    Proses  pengolahan  ekstrak jahe.
Langkah-langkah pengolahan ekstrak jahe
1)      Pemilihan bahan.
Jahe yang sudah tua , umur dan lama penanamannya (+ 41 Minggu)
2)      Jahe di kupas lalu di cuci sampai bersih
3)      Setelah itu jahe di iris kecil-kecil dan di belender dengan air (kalau jahe I kg airnya 2 gelas
4)      Jahe diamkan 1 jam agar patinya mengendap
5)      Lalu di ambil air nya lalu dimasukkan dalam wajan di panaskan di tambah gula 1 kg + air 2 gelas dan di aduk secara terus menerus.
6)      Air jahe terus di aduk sampai menjadi glali.
7)      Lalu diangkat wajannya, terus diaduk sampai menjadi bubuk (Exstrak).
8)      Lalu di ayak (kalau sudah halus tidak usah di ayak).
9)      Di masukkan plastik ukuran 1 ON di kasih label.
Ekstrak /bubuk jahe Ini banyak sekali manfaatnya :
·         Bubuk jahe di tambah dengan
·         Air
B.     Manfaat  jahe  bagi  kesehatan
Penggunaan jahe sebagai obat tradisional telah banyak di lakukan orang sejak zaman dahulu. Jahe banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan.
1)      Jahe sebagai obat praktis
Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren.
Caranya, minum wedang jahe 3x sehari.
2)      Obat kompres pada sakit kepala dan dapat di percikan ke wajah orang yang sedang menggigil.
Caranya, ambil daun jahe lalu di tumbuk dan diberi air sedikit.
3)      Mencegah mabuk perjalanan.
Caranya, pukul-pukul jahe segar sepanjang satu ruas jari. Masukkan dalam satu gelas air panas, beri madu secukupnya lalu dimunum. Bisa juga menggunakan sepertiga sendok teh jahe bubuk, atau makan dua karet jahe mentah.
4)      Mengatasi Influenza
Anbil rimbang jahe di tambah ramuan lain.
Caranya, tiga gram jahe di tambah daun mentol, dua gram jeruk kering, dan dua gram kayu manis di rebus bersama. Kemudian air nya diminum saat masih hangat kuku.
5)      Digunakan sebagai obat batuk.
Caranya, potong jahe sebesar ibu jari kaku di tumbuk, setelah itu tambahkan madu dan air matang, kemudian di minum.
6)      Mengobati luka lecet dan luka tikam.
Caranya, Rimpang jahe di tumbuk dan di tambah garam sedikit lalu di letakkan pada luka.
7)      Untuk mengatasi Reumatik sendi.
Caranya, gunakanlah air perasan jahe yang di panaskan, lalu kain yang di basahi air perasan jahe di tempelkan pada tempat yang membengkak.
8)      Untuk Syaraf Muka yang sakit.
Caranya, gunakan ramuan kentang dan tepung terigu yang di lunakkan dan di tambah bubuk jahe. Ramuan itu di tempelkan pada tempat yang sakit sampai sembuh.
9)      Sebagai Obat Mencret.
Caranya, 1 gelas perasan air temulawak di beri gula putih secukupnya di tambah 10 tetes air jahe, lalu di minum.
10)     Mengobati Eksim
Caranya, air jahe di campur dengan perasan lobak kemudian di oleskan pada kulit yang terkena eksim,, dalam dua Minggu hasilnya akan tampak.
11)     Menghilangkan Jerawat
Caranya, mencuci wajah anda menggunakan air jahe hangat pada pagi dan malam. Cara ini dapat menghilangkan jerawat dalam 60 hari apabila rutin. Dan cocok untuk kulit kering serta menghilangkan bintik-bintik hitam di wajah anda.
12)     Mengobati Penyakit Asam urat.
Bengkak di bagian tertentu, seperti kaki. Serangan bisa terjadi secara tiba-tiba akibat mengkomsumsi makanan tertentu.
Caranya, mencuci jahe dan iris dengn ukuran sedang supaya mudah di serap sarinya, dan rebus jahe dengan 800 CC air hingga airnya berkurang menjadi 400 CC, saring air rebusan. Minum ramuan 2x sehari.
13)     Atasi nyeri haid- datang bulan atau menstruasi merupakan tamu bulanan wanita yang akrab menemani. Berikut Ini  ada bahan herbal alami yang dapat membantu meredakan nyeri haid atau datang bulan yaitu jahe. Jahe, merupakan salah satu bahan alami yang efektif meringankan nyeri saat haid. Praktisi Kesehatan Holistik Rina Poerwadi menyarankan unjtuk meminum air jahe seminggu sebelum datangnya Mentruasi.



BAB  IV
PENUTUP

A.    Kesimpualan
Setelah penulis menguraikan pembahasan paper yang berjudul“ EKSTRAK JAHE DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN TUBUH” diambil kesimpulan sebagai berikut :
      Jahe mempunyai banyak cara pengolahannya seperti EKSTRAK JAHE.
      Jahe mempunyai manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan tubuh, diantaranya : mengatasi Influenza, mencegah mabuk perjalanan, obat kompres sakit kepala, obat batuk, mengobati luka lecet dan luka tikam, obat penyakit asam urat, mengatasi nyeri haid, mengatasi rematik, obat mencret dan jahe juga menghilangkan jerawat.

B.     Saran- saran
Saran-saran yang dapat penulis berikan antara lain :
1.      Kepada Pemerintah, agar tetap berpartisipasi dan menjaga keseimbangan lingkungan dengan memberikan penyuluhan dan penghargaan kepada masyarakat yang berusaha dalam mengembalikan kemurnian alam.
2.      Kepada masyarakat agar lebih mudah meningkatkan kesadaran akan pemeliharaannya dan penjelasan terhadap tanaman jahe dengan pengobatannya, karena tanaman tersebut sangat banyak sekali manfaanya dan cara mengolahnya.



DAFTAR   PUSTAKA

Departemen Agama Republik Indonesia. 1992. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Savitri, Erika  Sandi. 2008. Rahasia Tumbuhan Berhasiat Obat Perspektif Islam.
Malang : UIN Malang Press. Mufti, Tendi Krishna dan Poerba, Astri Pratiwi. 2010. 101 Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Berbagai Penyakit. Yogyakarta : PT. Bintang Pustaka Abadi (BIPA).
Koswara, Sutrisno. 2008. Jahe, Rimpang dan sejuta Khasiat. www.ebookpangan. Com.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1994. Taksonomi Tumbuhan Obabt-obatan. Yogyakarta :
Gadjah Mada University Press. Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
  http : // tanaman-obat. Com.
            http : // tanaman-herbal. wordpress. Com.
Lanjuuut..

Manfaat Kandungan Tomat

A.   Latar Belakang
Tomat adalah sayuran buah yang sudah lama dikenal masyarakat karena memiliki beberapa manfaat untuk pemenuhan gizi. Dalam sehari-hari orang menggunakan tomat untuk dibua perlengkapan memasak atau diolah dalam bentuk minuman. Memang selama ini tomat telah menduduki kursi utama dalam daftar makanan manusia. Hampir semua masakan dari sup sampai selada dapat dicampur dengan tomat yeng berwarna hampir kemerah-merahan. Selain dibuat bumbu masakan atau dicampur dengan masakan, buah tomat dapat juga dikonsumsi langsung. Warnanya yang merah-merekah, rasanya segar,manis agak kemasam-masaman . mengingat berbagai macam zat yang terkandung dalam tomat dan sangat berguna bagi manusia maka
Lanjuuut..

Senin, 22 Oktober 2012

TUGAS PERKEMBANGAN PADA ANAK-ANAK AKHIR


Masa pertumbuhan anak seharusnya diperhatikan secara seksama oleh orang tua, karena proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa mendatang.Jika perkembangan anak luput dari perhatian orang tua maka anak akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan menghampiri mereka.Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi pada usia anak, yaitu pada masa infancy todlerhood (usia 0-3 tahun), early childhood (usia 3-6 tahun), middle childhood (usia 6-11 tahun). Perubahan yang terjadi pada diri anak tersebut meliputi perubahan pada aspek fisik, emosi, kognitif, dan psikososial.Masa usia sekolah dasar merupakan masa kelanjutan dari masa bayi dan prasekolah anak. Masa ini terjadi dari usia 5 sampai 12 tahun yang ditandai dengan terjadinya perkembangan-perkembangan pada diri anak diantaranya fisik dan juga kognitifnya. Kemudian dalam makalah ini akan dibahas tentang bagaimanakah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif anak diusia sekolah tepatnya sekolah dasar.
A.    Perkembangan Fisik Anak Usia Sekolah dasar
Pada masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira-kira dua tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat. Oleh karena itu, masa ini sering disebut juga sebagai “periode tenang” sebelum pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja, meskipun merupakan masa tenang, tetapi hal ini tidak berarti bahwa pada masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik yang berarti.
1.      Aspek dari pertumbuhan fisik
Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka dan otot, serta ukuran beberapa organ tubuh. Pada saat yang sama kekuatan otot-otot secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi ( babyfat ) berkurang. Pertambahan kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan ( olah raga ). Karena factor perbedaan jumlah sel-sel otot, maka pada umumnya untuk anak laki-laki lebih kuat dari pada anak perempuan.
2.      Perkembangan motorik
Dengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan,maka pada masa ini perkembangan motorik menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan awal masa anak-anak. Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat, anak juga makin mampu menjaga keseimbangan badannya.
Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motorik, anak-anak terus melakukan berbagai aktifitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak-anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olah raga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dan lain sebagainya.
Beberapa perkembangan motorik (kasar maupun halus) selama periode ini antara lain :
a.      Anak usia 5 tahun
·         Mampu melompat dan menari
·         Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan termasuk kaki
·         Dapat menghitung jari-jarinya
·         Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan mampu bercerita
·         Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya
·         Memprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya
·         Mampu membedakan besar dan kecil
b.      Anak usia 6 tahun
·         koordinasi mata dan tangan
·         ketangkasan meningkat
·         melompat tali
·         bermain sepeda
·         mengetahui kanan dan kiri
·         mungkin bertindak menentang dan tidak sopan
·         mampu menguraikan objek-objek dengan gambar
c.       Anak usia 7 tahun
·         tangan anak semakin kuat
·         mulai membaca dengan lancar
·         cemas terhadap kegagalan
·         peningkatan minat pada bidang spiritual
·         kadang malu dan sedih
d.      Anak usia 8-9 tahun
·         kecepatan dan kehalusan aktifitas motorik meningkat
·         mampu menggunakan peralatan rumah tangga
·         keterampilan lebih individual
·         ingin terlibat dalam sesuatu
·         menyukai kelompok dan mode
·         mencari teman secara aktif
e.       Anak usia 10-11 tahun
·         perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai nampak
·         mampu melakukan aktifitas rumah tangga, seperti mencuci dan lain-lain
·         adanya keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain
·         mulai tertarik dengan lawan jenis

B.     Perkembangan Kognitif
Seiring dengan masuknya anak ke sekolah dasar, kemampuan kognitifnya urut mengalami perkembangan yang pesat. Karena dengan masuk sekolah, berarti dunia dan minat anak bertambah luas. Dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berarti bagi anak.
Dalam keadaan normal, pikiran anak usia sekolah berkembang secara berangsur-angsur. Kalau pada masa sebelumnya daya fikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris maka pada masa ini daya piker anak berkembang kearah berpikir kongkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat sehingga anak benar-benar berada dalam suatu stadium belajar.
Menurut teori Piaget, pemikiran anak masa sekolah dasar disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought), artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek peristiwa nyata atau kongkrit dalam upaya memahami alam sekitarnya mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indera, karena anak mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya. Dalam masa ini, anak telah mengembangkan 3 macam proses yang disebut dengan operasi-operasi, yaitu:

a.      Negasi (negation)
Yaitu pada masa kongkrit operasional, anak memahami hubungan-hubungan antara benda atau keadaan yang satu dengan benda atau keadaan yang lain.
b.      Hubungan timbal balik (Resiprok)
Yaitu anak telah mengetahui hubungan sebab-akibat dalam suatu keadaan.
c.       Identitas
Yaitu anak sudah mampu mengenal satu persatu deretan benda yang ada.
Operasi yang terjadi dalam diri anak memungkinkan pula untuk mengetahui suatu perbuatan tanpa melihat bahwa perbuatan tersebut ditunjukkan. Jadi pada tahap ini anak telah memiliki struktur kognitif yang memungkinkannya dapat berfikir untuk melakukan suatu tindakan tanpa ia sendiri bertindak secara nyata.
a.      Perkembangan memori
Selama periode ini, memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. Akan tetapi, memori jangka panjang tidak terjadi banyak peningkatan dengan disertai adanya keterbatasan-keterbatasan. Untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebut, anak berusaha menggunakan strategi memori yaitu merupakan perilaku disengaja yang digunakan untuk meningkatkan memori. Matlin (1994) menyebutkan empat macam strategi memori yang penting, yaitu:
1.      Rehalsal (pengulangan)
Suatu strategi meningkatkan memori dengan cara mengulang berkali-kali informasi yang telah disampaikan.
2.      Organization (organisasi)
Pengelompokan dan pengkategorian sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Seperti anak SD sering mengingat nama-nama teman sekelasnya menurut susunan dimana mereka duduk dalam satu kelas.
3.      Imagery (perbandingan)
Membandingkan sesuatu dengan tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang.
4.      Retrieval (pemunculan kembali)
Proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. Ketika suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah memori, mereka akan menggunakan secara spontan.
Selain strategi-strategi memori diatas, terdapat hal-hal lain yang mempengaruhi memori anak, seperti tingkat usia, sifat anak (termasuk sikap, kesehatan, dan motivasi), serta pengetahuan yang diperoleh anak sebelumnya.
b.      Perkembangan pemikiran kritis
Perkembangan pemikiran kritis yaitu pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam, mempertahankan pikiran agar tetap terbuka, tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber, serta mampu berpikir secara reflektif dan evaluatif.
c.       Perkembangan kreativitas
Dalam tahap ini anak-anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan sekolah.
d.      Perkembangan bahasa
Selama masa anak-anak awal, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. Perkembangan ini terlihat dalam cara berpikir tentang kata-kata, struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat, serta dapat menerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat.

C.    Psikososial
Pengertian Psikososial
Psikososial adalah satu kesatuan dari aspek intelektual, emosional dan pembawaan spiritual (Thompson, 1981).
Tingkat kebutuhan psikososial adalah jenjang kebutuhan yang meliputi dimensi psikis atau internal yang terdiri dari perasaan, sikap, pikiran, khayalan, ingatan, pendapat, nilai-nilai dan kesan diri dan juga dimensi sosial, eksternal atau interaksi yang mencakup hubungan dengan lingkungan fisik, keluarga, masyarakat dan keadaan tempat keluarga berada (Nelson, 1990)
Pendekatan kognitif adalah pendekatan dengan mempertimbangkan aspek persepsi, pendapat dan daya ingat yang biasanya merupakan segi-segi intelektual (Nelson, 1990).
Pendekatan afektif adalah pendekatan dengan mempertimbangkan aspek perasaan atau emosi yang dilakukan pada kondisi-kondisi anxietas, depresi, rasa takut, marah, sedih, gembira dan cemburu (Nelson,1990)
Respons  Psikososial (CCFNI)
Menurut Journal Of Critical Care Nursing (Edisi Februari 1996) bahwa kebutuhan psikososial tentang Critical Care Family Need Inventory (CCFNI) respons psikososial  keluarga dikelompokkan menjadi 5 aspek atau domain yaitu:
1)      Informasi
Informasi adalah bahan pengetahuan tentang suatu topic yang akan disampaikan dari seseorang kepada orang lain baik secara individual atau kelompok dengan menggunakan bahasa verbal atau non verbal (Gilles, 1989). Informasi yang dibutuhkan keluarga klien di R. ICU antara lain: 1) Mengetahui perkembangan penyakit (prognosis), 2) Mengetahui mengapa tindakan tertentu dilakukan pada keluarga yang sakit. 3) Mengetahui kondisi sesungguhnya mengenai perkembangan penyakit (prognosa) keluarga yang sakit 4) Mengetahui bagaimana kondisi keluarga yang sakit setelah dilakukan tindakan pengobatan 5) Mendapat informasi tentang keluarga yang sakit paling sedikit sekali sehari 6) Pemberitahuan tentang rencana pindah atau keluar dari R. ICU. 7) Dapat petunjuk untuk apa keluarga klien melakukan sesuatu saat di R. ICU. 8) Dapat penjelasan tentang apa yang akan dijumpai di R. ICU. Sebelum masuk kesana untuk pertama kali.
2)      Support adalah suatu bentuk dukungan biopsikososial spritual yang ditujukan pada orang lain baik pada kondisi sehat atau sakit dengan tujuan memberikan rasa tenang Ruang ICU. Memperhatikan keluarga yang sakit. 3) Berkonsultasi tentang kondisi keluarga yang sakit setiap hari dengan dokter yang merawat. 4) Ada pelayanan rohaniawan di R. ICU.
3)      Nyaman
Nyaman adalah suatu ungkapan perasaan yang menunjukkan kondisi rileks, tenang, tentram dan terbebas dari gangguan lingkungan baik biopsikososial maupun spiritual (Long B.C, 1996) yaitu : 1) Mengetahui bahwa keluarga yang sakit masih sanggup mendengarkan tanpa harus dibangunkan. 2) Ada pemberitahuan ke rumah bila ada perubahan kondisi secara mendadak pada keluarga yang sakit. 3) Mempunyai kenyamanan dengan perabotan di ruang tunggu. 4) Mempunyai waktu khusus/istimewa saat menjenguk keluarga yang sakit. 5) Punya jam kunjung yang dimulai tepat waktu.
4)      Kedekatan
Kedekatan adalah hubungan atau interaksi sosial antar individu atau kelompok yang memiliki hubungan yang berdampak pada rasa kasih dan saying (Nelson, 1990). yaitu: 1) Dapat melihat /menjenguk di R. ICU. secara teratur.2) Bercakap/berkonsultasi dengan perawat yang sama tentang  keluarga yang sakit setiap hari.3) Membantu merawat fisik(membersihkan, seka badan, sisir rambut dan lain-lain)4) Membantu memberi dukungan(support) mental pada keluarga yang sakit
5)      Jaminan
Jaminan adalah konsistensi dari pemberi jasa pelayanan kepada penerima jasa pelayanan mengenai mutu atau kualitas pelayanan yang berdampak pada lagalitas atau hukum (Gilles, 1989). 1) Merasa ada harapan tentang kesembuhan keluarga yang sakit. 2) Mengetahui bahwa selama tindakan dilakukan pada keluarga yang sakit bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit(agar nyaman). 3) Mempunyai makan yang terbaik dan bermutu untuk keluarga yang sakit. 4) Ada jaminan bahwa perawatan terbaik telah diberikan pada keluarga yang sakit.  5) Perlindungan diri dari sinar dan prosedur.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi  Respons psikososial   Keluarga
Tingkat Pendidikan
Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu (Suwarno, 1992). Dapat dikatakan bahwa pendidikan itu menuntun manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupannya untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.
Menurut Y. B. Mantra yang dikutip oleh Notoadmojo (1985) pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga perilaku seseorang akan pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap berperan serta dalam pembangunan kesehatan. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi sehingga semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai baru yang diperkenalkan (Kuncoroningrat, 1983).
Faktor pendidikan seseorang sangat menentukan respons psikososial seseorang dengan pendidikan tinggi mampu mengatasi, menggunakan koping yang efektif dan konstruktif dari pada seseorang yang berpendidikan rendah. (Broewer, 1983).
Umur Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun (Elisabeth B. H., 1995).
Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat, seseorang yang lebih dewasa akan lebih dipercaya dari orang yang belum dewasa. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman dan kematangan jiwa (Hudoh, 1998).
Makin tua umur seseorang makin konstruktif dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi.
Hubungan Keluarga
Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan kebersamaan dan ikatan emosional serta mengidentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari keluarga yang saling mempengaruhi satu sama lainnya (Gilles et al, 1989). Menurut File (1985) bila ada salah satu anggota keluarga yang sakit dapat memberikan perubahan yang maladaptif.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan:
1. Aspek perkembangan fisik meliputi perkembangan fisik juga perkembangan motorik
2. Aspek perkembangan kognitif disebut juga pemikiran
3. Operasional kongkrit (concrete operation althought) yang meliputi:
a. perkembangan memori
b. Perkembangan pemikiran kritis
c. Perkembangan kreativitas
Daftar Pustaka
Samsunuwiyati Mar’at, Samsunuwiyati Prof. Dr. hj. S.psi, Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya 2005.
www.g-excess.com/id/perkembangan-anak-perkembangan-fisik-motorik-kognitif-psiko
Jurnal Keperawatan Indonesia, Vol. I/No.1/Januari 1997.Analisa Konsep Koping
Journal of Critical Care Nurse (Juni 1994) Waiting And Wanting: Helping Families In Crisis.
Stuart dan Sundreen, (1997). Principles & Practice of Psychiatric Nursing. Masby Year Book Inc, St. Louis
Notoadmojo, S. (1993).Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.
Noto Atmodjo S, (1988) Pengantar Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan, Penerbit Andi Yogyakarta.
Long, B. C. (1996). Essential of Medical Surgical Nursing, A Nursing Process Approach, The CV. Mosby Company, St. Louis, USA.
sosial.html
Samsunuwiyati Mar’at, Samsunuwiyati Prof. Dr. hj. S.psi, Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya 2005.
Lanjuuut..

Sabtu, 28 April 2012

Pemberdayaan Tanaman Cabe Rawit


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Cabe rawit merupakan salah satu yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari, masyarakat mempunyai rasa pedas dari cabe ini, bahkan banyak pula yang menjadikan cabe rawit sebagai salah satu pembangkit selera makan.
Selain itu, cabe juga menjadi obat reumatik, sesak nafas, dan bubuk cabe yang sudah dijadikan bubuk bisa digunakan sebagai penenang. Hal tersebut mendorong seseorang atau kelompok bisnis untuk mengelola budidaya cabe rawit untuk kelangsungan hidup dan perkembangan kebutuhan manusia sekarang dan masa yang akan datang. Dengan begitu sumber daya alam dapat terjaga dan terpelihara menjadi mutu dan minat sumber daya manusia. Dengan pertimbangan tersebut, menanam cabe rawit tidak ada ragunya bahkan keuntungan yang menggiurkan dapat diraih. Namun keuntungan itu dapat diperoleh bila menanamnya secara benar.
Lanjuuut..
 
Support : Creating Website | Fais | Tbi.Jmb
Copyright © 2011. Moh. Faishol Amir Tbi - All Rights Reserved
by Creating Website Published by Faishol AM
Proudly powered by Blogger